Pengagum Rahasia, Part 36

“Pemanasan tahap pertama udah beres. Sekarang tinggal tahap kedua, kita lay-up,” ucap Reza

“Huh, Ok…,” ucap deva menarik nafas

“Mulainya dari tengah lapangan,” ucap Reza

Mereka pun berbaris.

Reza berada di barisan depan dan di belakangnya adalah adit, di ikuti lagi oleh deva dan juga ihza, dan yang berada di barisan terakhir adalah yupi.

“Yo gw duluan,”

Reza mulai mendrible bola itu, dan saat dekat dengan Ring basket, ia pun mulai melompat dan melakukan lay-up.

“Ambil,” Reza melempar bola itu pada orang yang selanjutnya, yaitu adit

Sama seperti reza, adit pun mendrible bolanya dan lay-up dari sisi kiri ring basket.

“Dev,” ucap adit sambil mengoper bola itu

“Ok!” ucap deva

Deva berlari sambil mendrible bola dan langsung melakukan lay-up.

“Wih cepet bener,” ucap ihza

“Nih za,” ucap deva memberikan bola itu

“Eh, lu semangat betul dev. Ini kan Cuma pemansan,” ucap Reza

“Haha, iya bang. entah kenapa jadi bersemangat,” ucap deva sambil meregangkan badannya

DANG!

Ihza mengambil kembali bola itu.

“yup ambil!” teriak ihza

“EH!” yupi tidak sadar kalau ada bola yang melambung ke arahnya dan…

TAP!

Reflek yupi mengambil bola itu tapi langsung terlepas dari tangannya.

“aduh,” yupi pun kembali mengambil bola itu di jalan

“Hem, dev sini bentar,” ucap Reza

“Eh, kenapa bang?” deva menghampiri Reza

Reza membawa deva keluar lapangan.

“Gw mau tanya sesuatu sama lu,” ucap Reza

“Emm, Ok…,” jawab deva

“Lu dapet darimana tuh cewek?” ucap Reza

“ya, dia emang murid baru bang,” ucap deva

“Maksud gw bukan itu. Kita memang kekurangan pemain dan musti cari penggantinya si aldo itu. dan, lu malah bawa tuh cewek buat gabung ke team!? Masih banyak anak yang ikut ekskul basket SMA 48 dev. Lu harusnya mikir,” ucap Reza

“Duh bang, sorry ya. gw bawa dia karena aldo sendiri yang nyuruh gw,” ucap deva

“Eh!?” ucap Reza

“Dia bilang, kalau team SMA 48 bawa yupi, di jamin bakalan menang,” ucap deva

“Heh,” Reza hanya tertawa

Dak…Dak…Dak..

DANG!

“Ye masuk!”

“Huh?” Reza pun melihat ke lapangan

“Wah lumayan,” ucap Adit

“Kamu hebat yup,” ucap ihza sambil menunjukan 2 jari jempolnya

“Eh…i-itu Cuma kebetulan,” ucap yupi menggaruk kepalanya

“Sial! Gw gak liat dia lay-up tadi,” ucap Reza

“Ah…emm…,” ucap deva

“Dah, lupakan soal permasalahan ini. Gw Cuma bisa berharap kalau SF kita kali ini bisa bawa kemenangan,” ucap Reza

“Hmm, ya-ya,” deva hanya mengiyakan nya saja

Mereka berdua kembali masuk ke dalam lapangan.

~oOo~

“Sin! Tadi kamu liat gak!” ucap shania

“Hah? Liat apaan?” ucap sinka

“ya itu tadi, yupi hebat juga main basketnya!” ucap shania

“hmm, iyah. Aku sependapat,” ucap shania

“Cuma kalau aku liat, kayaknya ada yang aneh sama gerakannya yupi tadi,” ucap shania

“aneh? maksudnya? Eh tunggu-tunggu, jangan bilang kalau yang kamu omongin itu tentang tehnik main basket. Aduh shan, aku gak ngerti apa-apa soal basket, kalau mau nanya hal itu, tanya aja ke kakak aku,” ucap sinka

“Ssttt..liat-liat! Yupi mau beraksi lagi!” ucap shania

“Hem?” sinka ikut melihat kelapangan

~oOo~

“Tunggu sebentar, jangan dulu mulai,” ucap Reza

“eh, iya kak,” yupi menghentikan langkahnya

“Jadi gimana dit?” ucap Reza

“Sini-sini,” ajak adit

“emm…mereka lagi ngomongin aku yah, umm…,” yupi tampak murung

‘udah, jangan negative thinking dulu,” ucap deva

“ya, kali aja mereka itu muji kamu,” ucap ihza

“emm, iya,” ucap yupi

Di samping itu, adit dan reza tengah membicarakan sesuatu tanpa diketahui oleh mereka bertiga.

“udah jangan bertele-tele, kalau lu udah bilang bagus itu berarti gw sependapat ama lu,” ucap Reza

“ya gw tau, tapi cara permainannya itu berbeda dari pemain basket pada umumnya,” ucap adit

“Hmm? Maksud lu?” ucap Reza

“ya, kayak tadi itu, dia drible bola tapi travel pula,” ucap adit

“tapi di lihat dari gerakannya, keliatannya dia emang udah biasa drible lebih dari satu langkah. Dan kalau dugaan gw ini bener, gerakannya itu hampir mirip…,”

“Street ball?” ucap Reza memotong

“ah, iya itu,” ucap adit

“Heh, gw gak nyangka cewek kayak dia, yang punya postur tubuh mungil bisa ahli dalam streetball,” ucap Reza seperti meremehkan

“Terus sekarang gimana?” ucap Adit

“ya kita gak punya pilihan lain. Kita gak punya pemain pengganti lagi, sedangkatn 10 menit lagi anak-anak SMA 3 bakal dateng,” ucap Reza

“Permainan streetball gak jauh beda sama basket pada umumnya, kita Cuma musti kasih tau dia soal traveling dan juga peraturan yang lainnya,” ucap Reza kembali

“hmm, itu sih terserah lu. Lu kapten disini, gw sih ngikutin lu aja. Tapi kalau kita bisa bimbing tuh anak, mungkin aja dia bisa jadi pemain basket yang hebat. Di tambah lagi cara permainannya tuh unik. Bahkan tadi dia lay-up sekitar 5 langkah dari ring basket,” ucap adit

“itu berarti jump dia bagus,” ucap Reza

“yup,” ucap adit

“Oke Fix!” ucap adit

“Eh!?”

Yupi, deva dan juga ihza melihat ke arah reza.

“Semua siap-siap, karena bentar lagi SMA 3 bakal dateng,” ucap Reza

“Eh, I-iya,” ucap Reza

“Nih, ambil rompi masing-masing,” ucap adit membawa 5 buah rompi

“Oke-oke,” deva mengambil rompi miliknya, begitu juga dengan ihza

“Dan ini buat kamu,” ucap adit memberikan rompi itu

“eh, makasih kak,” yupi menerimanya

Saat yupi melihat nama di belakang rompi itu…

“Eh!? Aldo!?” ucap yupi

“Ha? Kebetulan, kamu kan yang gantiin posisi dia di SF,” ucap adit

“I-iya kak,” ucap yupi

“sementara kamu pake rompi itu dulu,” ucap Reza

“iya kak, gpp,” ucap yupi

“eh, siapa tuh?” ucap deva

Tiba-tiba segerombolan anak yang mengenakan baju basket datang kelapangan.

“Wah, mereka udah datang,” ucap ihza

“ya ampun, gimana nih…,” ucap yupi

“jangan panik gitu lah, gimana sih kamu ini yup,” ucap deva

“emm,” yupi terlihat gugup

“dah, semua siap-siap,” ucap Reza

Tampkanya SMA 3 membawa banyak sekali pemain.

Sedangkan jumlah pemain SMA 48 dapat dihitung dengan jari. Betapa sedikitnya pemain yang mereka keluarkan.

“TEST! TEST!”

“Eh!?” yupi langsung melihat ke arah sumber suara

“Baiklah! Kita akan menyaksikan pertandingan antara SMA 3 dan juga SMA 48,”

“emm…ternyata ada komentatornya juga,” ucap yupi

“Ini pasti kerjaannya si bayu,” ucap deva

“Hah?” ucap yupi

“Dia juga masuk ekskul basket, tapi entah kenapa dia lebih suka jadi komentator,” ucap deva

“Oh,” ucap yupi

“YUPI!!” teriak seseorang

“EH!?” yupi langsung menoleh ke belakang

“SEMANGAT YA!” teriak orang itu

“Eh!? Hehe…Iya!” balas yupi pada orang yang ada di lantai dua itu

~oOo~

“Hey shan! Malu tau ih!”

“Biarin kali sin, kita harus dukung team SMA 48 kan? terutama yupi, karena sekarang dia udah masuk anak basket SMA 48,” ucap shania

“iyah, dia hebat yah,”

“Eh!?” sinka dan shania melihat ke samping

“emm…,” mereka berdua terdiam

“Kenalin, nama aku viny, aku dari kelas…,”

“X-5, iya kan?” ucap shania

“Iyah,” ucap viny

“Kalau gak salah kamu itu pacarnya aldo kan?” ucap sinka

“EH!? Eng…,”

“Btw aldonya kok gak main?” ucap shania memotong

“Eh…anu, aku gak tau,” ucap viny

“Loh, kok gak tau?” ucap shania

“umm, ada kemungkinan dia pindah sekolah,” ucap viny

“HAH!” ucap shania

“P-pindah!?” ucap sinka

“M-masa sih!?” ucap shania masih tidak percaya

“Iya, denger-denger dia udah pindah,” ucap viny

“ya ampun,” ucap sinka

“Terus sekarang dia kemana?” tanya shania

Viny hanya menggelengkan kepala.

“Hah? Kamu kan pacarnya aldo, kok gak tau…,”

“HEH! Shania, mulut kamu tuh yah!” ucap sinka menutup mulut shania

“ya, aku gak tau apa-apa. karena aku udah bukan pacar dia lagi…,” ucap viny

“Eh!?” sinka dan shania hanya terdiam sambil menatap wajah viny yang tampak murung

“M-maaf yah vin,” ucap sinka

“gak apa-apa kok,” ucap viny

“eh emm…maaf ya,” ucap shania

“Kalau gitu aku ke bawah dulu ya,” viny pun pergi

“Kok aneh banget,” ucap shania

“Apanya yang aneh?” ucap sinka

“Setauku dia itu orangnya jutek banget, tapi kok tadi lembut banget,” ucap shania

“Hem, dasar stalker,” ucap sinka

“Kamu kali yang stalker! Eh! mereka udah mau mulai!” ucap shania

~oOo~

Murid-murid mulai memadati area di pinggir lapangan untuk menonton pertandingan itu secara langsung.

Lantai atas pun penuh dengan murid-murid yang menonton pertandingan itu.

“Di sebelah kiri saya yaitu team dari SMA 3. Di pimpin oleh sang kapten yang bernama, Rizal yang berada di posisi Small forward, dan di belakangnya terdapat sagha yang berada di posisi point guard, lalu selanjutnya ada…,”

“Tuh anak jadi komentator basket atau jadi komentator 17 agustusan ya?” ucap deva

“Bukan, tapi dia jadi tukang perabot yang suka keliling komplek,” ucap ihza

“Nah, itulah pemain-pemain dari SMA 3. Dan di sebelah kanan saya terdapat cowok-cowok yang gak lebih ganteng dari gw,”

“HUUUUU!” semua menyurakinya

“Ah elah, kebiasaan,” ucap deva

“Heh,” Reza hanya tertawa kecil

“Sorry-sorry ye,” ucap bayu yang menjadi komentator

“Oke, yang pertama ada sang kapten kesebelasan SMA 48, yaitu bang…………..REZA!”

“YEAA!” semua berteriak

“WUWUWUWUWU!”

“Yah, mulai lagi kamu shan. Belum minum obat ye?” ucap sinka

“Heh! Aku tuh membuat suasana jadi semakin rame!”  ucap shania

“Di ikuti oleh bang adit yang berada di posisi center, lalu di belakangnya terdapat deva yang akan berada di posisi power forward, kemudian di belakangnya terdapat ihza disana!” ucap bayu

“Rusuh amat ini komentator, Hadeh…,” ucap deva

“Ihza akan bermain dalam posisi Shooting Guard, dan yang terakhir…seorang pendatang baru yang datang dari negeri antabrata,” ucap ihza

“Bazeeeng!” ucap ihza dan deva

“dan untuk pertamakalinya, team basket SMA 48 mempunyai satu anggota wanita. Dan dia bernama…YUPI!!” ucap bayu

Tiba-tiba suasana menjadi sepi, bahkan tidak ada suara penonton sama sekali.

“umm,” yupi terlihat murung sambil menundukan kepalanya

“Yupi…,”

“Eh!?” yupi mendengar sesuatu

“Yupi…Yupi…Yupi…,”

“AH!?”

*YUPI! YUPI! YUPI!

Semua penonton menyebut-nyebut nama Yupi, semakin keras suara itu terdengar, semangat yupi pun kembali terkumpul.

Raut wajahnya pun berubah dan ia mulai tersenyum.

Suara itu terdengar lebih keras dari sebelumnya, membuat semangat yupi kembali meluap.

PROK! PROK!

Terakhir para siswa menutupnya dengan tepuk tangan.

“Terimakasih atas tepuk tangannya. Baiklah sebentar lagi kita akan menyaksikan pertandingan antara SMA 3 dan juga SMA 48,”

Wasit pun mulai masuk ke dalam lapangan.

Di ikuti oleh para kapten dari masing-masing team.

Reza dan juga orang yang bernama Rizal maju.

BERSAMBUNG…

Author : Shoryu_So

Iklan

Satu tanggapan untuk “Pengagum Rahasia, Part 36

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s