Back to the past,part2

“Aku Thony, aku dimana ini sekarang?”

“Lo pura-pura bodoh atau bego beneran sih, udah tau lo ada di dalam kamar gue sekarang. Oh gue tau sekarang, lo mau maling celana dalam sama bra gue ya? Cepat lo keluar dari dalam kamar gue atau gue akan teriakin lo maling celana dalam” kata Sisca keras sambil memasang muka dingin nya ke cowo yg ada di dalam kamar nya.

“Baik-baik, saya akan keluar sekarang. Maaf kalau kelakuan saya tadi lancang sama anda” ucap Cowok itu sopan, dan langsung berjalan keluar dari dalam kamarnya Sisca.

 

Di tepi jalan, seorang cowok yg baru saya keluar dari dalam kamar seorang gadis itu. Sedang celingak-celinguk ke sana kemari, di bawah jembatan Cowok yg kita ketahui itu adalah Thony anak dari ilmuwan hebat yg mampu membuat mesin waktu itu sedang menekan-nekan tombol yg keluar dari hologram jam nya itu.

 

“Indonesia, Hari Senin, 18 Agustus 2015. Jam 12:30 WIB”  jam digitalku menunjukan semua informasi yg perlu aku ketahui selama ini.

 

 

“Oh jadi ini di masa lalu rupanya, pantesan saja di masa ini orang-orangnya masih menggunakan bahasa alay seperti itu” ucapku dalam hati, sambil melanjutkan jalanku untuk melihat suasana di masa sekarang ini. Setelah sekian lama aku capek berkeliling di kota Jakarta, aku memutuskan untuk beristirahat sejenak di Kalijodo,Jakarta. Sambil minum secangkir kopi panas di sertai dengan gorengan yg baru saja di angkat dari pengorengan langsung. Saat aku sedang beristirahat di warung-warung sekitaran kalijodo, seorang anak kecil yg kelihatannya seorang pengamen mendatangiku sambil menyanyikan sebuah lagu kenangan.

 

Yg mencinta fortune cookies masa depan tidak akan sebaik itu hehehe….heum..”

 

Ya begitulah potongan lagu yg saya dengar tadi dari seorang anak kecil yg mengamen di hadapanku sekarang. Saya mengasihkan uang receh ke para pengamen itu. Malam pun tiba, saya sekarang sedang tidur di bawah kolong jembatan, ya memang di bawah kolom jembatan itu sangat dingin hawa nya, tapi saya harus tetap tidur di situ. Karena saya tidak cukup punya uang untuk ngontrak di rumah susun sederhana yg ada.

 

 

“Heh… Lo anak mana lo? Berani bener lo nginjek-nginjek daerah kekuasaan gue?” kata Rio sambil nunjuk anak-anak STM lain nya menggunakan Gir Motor yg di ikat di tali Pramuka.

 

“Daerah kekuasaan lo katamu? Sorry ya sob. Ini daerah yg megang duluan itu kakak-kakak gue dulu, maen lo aku-akuiin aja, ngaca tuh” kata Anto Pimpinan dari anak-anak STM Maju Kena Mundur Kena.

 

“Banyak bacot lo jadi orang, Seraaaangg…..!!!!” seru Shanji sambil mengayun-ayunkan Gir motor yg sudah di ikat tali pramuka di atas kepala. Semua anak-anak STM 48 dan Anak-Anak STM lainnya langsung baku hantam diatas kolom jembatan. Para penghuni kolom jembatan yg merasa takut akan tawuran pelajar itu langsung berhamburan melarikan diri. Aku yg pada saat itu terbangun gara-gara suara gaduh dari para gembel yg sedang tidur di bawah kolom jembatan itu pun langsung berjalan keluar dari bawah kolong jembatan.

 

 

“What!!! Ini kah pelajar yg sering di katakan mama dan papa dulu ke aku?” Aku kaget ketika saya melihat langsung tawuran pelajar di depan mata kepala sendiri. Dulu pada saat saya masih kecil, mama dan papa saya sering menceritakan tentang masalah di tahun 2010-2015 yg selalu memakan korban dan merugikan bagi masyarakat yaitu tawuran antar pelajar di masyarakat. Memang benar dulu saya sering di ceritaiin tentang tawuran antar pelajar oleh kedua orang tua saya dan juga kakak-kakak saya itu.

 

 

“Stopp!! Kalian semua, kalian jangan berantem seperti itu. Kalian nggak kasihan apa sama orang tua kalian yg berharap banyak sama kalian semua untuk jadi orang sukses yg membanggakan orang tua kalian masing-masing. Kalian ini masa depan bangsa bukan benalu bangsa tau nggak” kataku sambil berdiri di tengah-tengah tawuran pelajar.

 

 

“Siapa lo? Jangan sok jadi pahlawan deh lo, lebih baik lo minggir saja sana, jangan ikut campur urusan kita semua” kata Reza.

 

“Aku Thony, memang aku nggak tau urusan kalian semua apa hingga membuat kalian semua jadi begini, tapi aku hanya melerai kalian semua itu saja nggak lebih” ucapku.

 

 

“Banyak bacot lo jadi orang” Shanji langsung memukul Thony dengan sangat kerasnya, tapi sayang pukulan Shanji meleset. Thony yg sudah di belakang Shanji langsung memukul tengkuk Shanji sampai pingsan. Teman-teman shanji yg tak terima langsung mengarahkan sabit, parang, gir motor dan sebagainya. Thony hanya bisa diam tenang sambil menghindar dari semua serangan anak-anak STM 48 Jakarta itu.

 

 

“Wah gila itu orang emang bener-bener dah, masa semua senjata tak ada satu pun yg kena itu orang, emang hebat bener dah itu orang. Dua jempol buat itu orang” kata Anto dari kejauhan.

 

Takkk!!!

 

 

Puakkk!!

 

Plankk!!!

 

 

Pukulan dan tamparan demi tamparan aku lesatkan ke anak-anak STM 48 Jakarta yg sedari tadi mengeroyok ku itu.

 

 

“Ayo kaburr…!!!” kata Rio yg sudah babak belur muka nya, kekacauan di bawah Kolong jembatan ampera telah saya selesaikan dengan sangat cepatnya. Anak-anak STM lain yg pada saat itu melihat saya bertengkar dengan segitu banyak Anak STM 48 Yg berhasil saya lumpuhkan dengan sekejap mata. Berita tentang kehebatan saya dalam memberantas anak STM yg sedang tawuran itu pun tersebar luaskan gara-gara penduduk sekitar jembatan ampera membicarakan saya semua.

 

Di sekolahan nya Sisca, Sisca yg pada saat itu sedang makan bakso di kantin bersama teman-temannya itu. Tak sengaja ia mendengarkan obrolan seorang cewek di belakangnya itu. Sedari tadi Sisca mendengar obrolan cewek yg ia belakangi itu bercerita ke teman-temannya kalau ada seorang cowok ganteng yg slalu menghentikan tawuran para pelajar di sekitaran jembatan ampera, kalibata. Memang daerah itu rawan akan tawuran para pelajar, keruskan yg di akibatkan oleh tawuran para pelajar itu sangat merugikan bagi warga sekitar, warga sekitar yg geram terhadap para kelompok pelajar yg sering tawuran di kawasan itu sering pula para warga itu langsung membubarkan tawuran para pelajar itu.

 

“Kalian sedang ngobrolin apa sih? Kok aku dengarnya tadi asik banget gitu. Obrolan kalian ini” kata Sisca sambil berbalik badan.

 

 

“Itu loh sis, kemaren aku dengar kalau anak STM 48 musuh sekolahan kita itu bentrok sama STM Maju mundur. STM 48 kalah…” ucap Nya Okta terpotong.

 

“Pasti kalah sama Anak-anak STM Maju mundur kan ta? Udah pastilah menang. Orang STM maju mundur itu ada mantan gue kok, ahahah”

 

“Kagak tuh…” balas Okta

 

“Lah terus? Kalau STM 48 nggak kalah sama STM nya mantan aku, terus STM 48 itu kalah sama siapa donk?” Tanya Sisca penasaran.

 

” makannya jangan motong pembicaraan orang, jadi gak tau kan lo sekarang. STM 48 itu kalah sama seorang pemuda, kata Orang-orang sih anaknya Cakep gitu. Kalau aku ketemu sama orangnya mungkin udah aku pepet itu orangnya. Hehehe” kata Okta sambil nyengir kuda.

 

“Wooooo…Sontoloyo tenan iki, anak titan” Ucap Desy yg baru tiba di kantin sambil menoyor kepalanya okta kedepan.

 

“Apaan sih mbok, main toyor-toyor pala orang. Sakit tau nggak..” ketus okta ke desy.

 

“Hah yg bener aja lo ta, masa satu orang lawan segitu banyaknya bisa kalah? Ga mungkin terjadi. Ga ada rumusnya anak STM 48 bisa di kalahkan sama cowok yg lo maksut itu. Anak-anak STM 48 itu hanya bisa di kalahkan sama anak-anak sekolahan kita ini” kata Sisca tak percaya apa yg baru saja di katakan oleh okta itu.

 

 

“Kalau lo nggak percaya yaudah, lo bisa check sendiri sana ke jembatan ampera. Hari ini ada jadwal tawuran antara SMA Bakhti vs SMA Nusantara. Habis pulang sekolah nanti kita semua mau lihat orang itu. Lo mau ikut kagak sis?” ucap Okta.

 

 

“Iya, gue mau ikut, tapi gue ganti baju dulu ya?”

 

“Iya,gue tungguin di sekolahan jam 2 siang.” balas Okta sambil berjalan menghampiri ibu kantin dan langsung membayar semua makanan teman-temannya itu.

 

Sepulang sekolah tiba, sesuai dengan janji yg sisca ucapkan ke okta tadi pagi. Mereka berlima langsung otw ke ampera untuk membuktikan bahwa ucapannya okta itu betul apa nggak? Setibanya mereka semua di jembatan ampera dan benar saja apa yg di ucapkan oleh okta tadi pagi, memang hari ini ada tawuran antar pelajar SMA Bhakti dengan SMA Nusantara yg tiga tahun belakangan ini bentrok gara-gara kesalah pahaman antar sekolahan satu sama lain. Tapi mereka berlima tidak melihat cowok yg di bicarakan Okta tadi pagi.

 

 

“Mana ta? Kata lo tadi pagi ada cowok ganteng yg ngehentikan tawuran mereka itu” Teman-temannya okta menagih janji ke okta.

 

“Oh iya ya, dari tadi aku nggak lihat orang itu. Kata temen-temen aku kemaren sih lihat cowok itu lewat jembatan ampera ini setiap harinya. Coba kita tunggu saja dia lebih lama lagi disini mungkin ia akan muncul dan menghentikan mereka semua itu” ucap okta.

 

“Nggak akan muncul ta, lagian ini juga udah mau sore juga. Kalau gue berdiri kelamaan disini bisa-bisa kulit gue mateng kayak ikan bakar ntar” ucap Sisca sambil masuk kedalam mobil yg sedari tadi mereka tumpangin dari sekolahan itu.

 

Pada saat mereka mau beranjak dari atas jembatan ampera, tiba-tiba seseorang datang dari belakang mobil mereka yg mereka berlima tumpangin itu. Cowok yg datang dari belakang mobil itu pun langsung menghentikan para pelajar yg sedang tawuran itu.

 

 

Created by:??????

Iklan

Satu tanggapan untuk “ Back to the past,part2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s