“When You Romance Love Blossom in Spring”Part 1

x1

Apa yang kalian ketahui tentang cinta? Banyak pertanyaan hingga masalah yang timbul hanya dengan sebuah kata simple yang memiliki berjuta arti dan makna itu. Ada yang bilang cinta itu menyakitkan, ada juga yang bilang cinta itu indah. Kalau aku sendiri sih jujur belummengerti arti dan makna kata itu, jangankan untuk mengerti, apalagi merasakannya belum pernah. Bahkan mustahil mungkin. Kalau kalian sendiri bagaimana?

Jujur aku sebaliknya malah sangat membenci kata itu. Kenapa? Banyak sekali penderitaan di hidupku hanya dengan kata itu. Banyak alasan yang tidak bisa kujelaskan dengan kata-kata di sini. Di sinilah semuanya berawal…

 

Author’s P.O.V.

Pagi ini terlihat seorang pemuda yang masih tidur dengan lelapnya. Entah kenapa bisa sebegitu nyenyaknya, padahal hari ini dia harus berangkat sekolah. Apalagi ini hari pertamanya sekolah.

CRRAATTT!!!

NYESSS!!!

“Aduh! Apaan nih!?!?!? Dingin banget!!!” Ucap seorang pemuda terbangun karena kaget ada sebuah cipratan air es yang dingin di wajah tampanya yang tertutupi selimut

“Hei bangun dong! Udah pagi nih! Ini hari pertama kita sekolah tau!” Ucap seorang gadis berambut pendek sebahu yang telah menciprati pemuda itu.

“Ah masih jam segini juga” Pemuda itu nampak masih ingin bealas-malasan di kamar dengan menutup selirih tubuhnya dengan selimut. Bagaikan gaya gravitasi di kamarnya itu sangatlah begitu kuat sampai-sampai dia tidak bisa bangun.

“Ayo bangun Za, ntar kita telat nih. Liat tuh udah jam 6” gadis itu membuka tirai kamar pemuda itu.

“Ya udahlah, tunggu 10 menit lagi di depan. Aku mau mandi dulu sama ganti baju seragam dulu”Ucap pemuda itu seraya mengambil handuk menuju kamar mandi.

“Dan satu lagi, jangan berani-berani masuk kamar aku pas lagi ganti baju dan jangan coba-coba ngintip pas aku lagi mandi,oke?”Tambah pemuda itu memasang tatapan waspada pada gadis di kamarnya itu.

“Iya-iya, lagian siapa juga yang mau ngelihatin kamu. Lagian dulu waktu kita masih kecil suka mandi bareng kok”Ucap wanita itu

“Okta, kita itu dulu masih anak kecil yang polos. Nggak tau dan ngak ngerti hal-hal dewasa. Jadi kamu jangan coba-coba hal-hal yang tidak sepantasnya. Aku heran sama kamu udah gede, udah 16 tahun masih aja kayak anak kecil” Kata pemuda itu kemudian berlalu masuk ke kamar mandi. Tak usah diceritakan dia mandi seperti apa kan? Saat ini dia sedang memakai pembersih wajah dan hendak membasuh wajahnya yangsudah terasa perih di mata akibat sabun itu.

“Fyuuhhh… hari ini pertama masuk ya? Ah udahlah, aduh perih nih”Ucap pemuda itu meraba-raba keran air di depannya dan ia nyalakan, tapi ternyata tidak mengeluarkan air

“Loh-loh?! Kok airnya nggak nyala? Adu perih banget nih aduh” pemuda itu mengerang perih di matanya yang perih.

“Kalo cuci muka tuh yang bener hahaha ckckck” ucap seseorang

“Air! Air! Perih nih, wah ini pasti kerjaannya si Okta nih.

Okta…!!!”.

—~o0o~—

Someone P.O.V

“Haduh gara-gara Okta jadi perih nih mata”aku mengelap mataku dengan air yang sudah ku nyalakan dan ku bersihkan sabun itu dengan tisu.

Satu lagi, yaitu perpisahan…

Sebuah kata yang diawali dengan peretemuan. Jujur aku sangat membenci kata itu. Sebuah kejadian di mana kita harus pergi meninggalkan semuanya atau mungkin dirimu sendiri yang akan ditinggalkan oleh semuanya. Kata itu membuatku hampir kehilangan segalanya. Ya… segalanya yang kumiliki saat ini. Aku masih punya satu pertanyaan yang belum bisa kucari tahu jawabannya. Kenapa harus bertemu jikalau akhirnya harus berpisah?…

Kenalin namaku Arian Rezalical. Aku seorang siswa SMA kelas XI di SMA 48 Jakarta. Sebuah SMA yang cukup elite di Jakarta. Aku hidup sebatang kara di rumahku sendiri. Ayahku pergi bekerja keluar negeri, sedangkan ibuku…

Ibuku sudah meninggal sejak aku kecil, tepatnya saat umur 7 tahun. Entah mengapa sampai saat ini aku masih memikirkan bahkan hidup dalam bayang-bayang ibuku.Ibuku meninggal karena ia menderita penyakit kanker hati. Terakhir saat ia akan pergi, aku tidak ada di sampingnya.

Mengapa? Karena suatu hal yang tak bisa kuceritakan. Mungkin juga aku sudah melupakan kejadian itu. Kejadian terakhir yang kuingat saat aku tampil di sebuah kompetisi pianist se-dunia. Ajang kompetisi yang membuktikan kalau kau seperti Chopin,Bethoven, atau juga Mozart si pianist terbaik. Aku bermain dengan penuh semangat karena aku yakin satu hal. Ibu bilang padaku jika aku menang, ibu akan sembuh. Kuberikan penampilan terbaikku saat itu. Tapi apahadiah yang kuterima? Mungkin bukan sebuah hadiah tapi hukuman untukku. Hukuman karena…

 

Sudahlah aku tidak ingin menceritakannya, apalagi mengingatnya. Dan sejak saat itu, aku membenci musik. Aku membenci piano…

 

Untunglah aku punya teman seperti Okta. Bukan teman, melainkan sudah kuanggap seperti kakakku sediri. Keluargaku dengan keluarga Okta cukup dekat,lagipula rumah kami bersebelahan. Karena kalian sudah mengetahui namaku, akan kuganti sudut pandangnya.

 

Reza’s P.O.V.

Pagi ini, pagi yang cerah untul mengawali akvitas. Burung-burung yang berkicauan, angin yang berhembus, matahari yang bersinar dengan cerahnya, dan musim yang akan bergati di bulan April. Ya, sebentar lagi musim semi. Aku melangkahkan kakiku dan memulainya. Hari pertama sekolah, berangkat bersama Okta. Mungkin bukan hanya hari ini, tapi setiap hari aku berangkat sekolah dengannya. Pulang juga pun sama.

Hari pertama, ospek bagi para murid baru. Yah mau bagaimana lagi karena aku wakil ketua OSIS, aku jadi panitia ospek. Bagaimana dengan ketuanya? Ah pasti kalian akan terkejut mendengernya. Ketuanya adalah Okta. Ya dia, Ayu Safira Oktapyani.

Semua murid kelas X sekarang sedang dikumpulkan di aula. Tugas Okta adalah menyampaikan apa-apa saja kegiatan ospek untuk tiga hari ke depan. Sedangkan angota OSIS lainnya mereka ada yang jadi tata tertib dan juga jadi pengawas dan pembimbing ospek di beberapa kelas. Aku? Tugasku di sini hanya mengantikan Okta jika ada masalah dan mengawasi berpatroli untuk mengecek kelangsungan jalannya ospek, cukup mudah kan?Tapi itulah tugasku.

Saat di aula…

“Holah halo hai ade-adek semuanya!!! Selamat pagi!!!” Ucap Okta menggunakan mickrofon

“Hai!!! Pagi kak…!!!”.

“Kak!!! Minta LINEnya!”.

“Kak minta pin BBMnya juga!!!”.

Ya seperti itulah teriakan para kaum lelaki dengan antusias. Memang Okta itu cantik. Tapi kalian belum tahu bagaimana sifat aslinya kan? Okta sebenearnya tomboy. Dalam artian walaupun dia cantik, tapi tingkahnya seperti laki-laki.

“Hari ini dan ke depannya kalian akan menjalani masa oriesntasi selama 3 hari untuk beradaptasi di sekolah ini. Baiklah kita mulai perkenala dulu dari para kakak-kakak anggota dan jabatan OSIS ya…!” sambut Okta penuh semangat

“Iya kak Okta yang cantik”.

“Iya my princess”.

“Kenalan dong kak!”.

Masih saja suara-suara para adik kelas terutama kaum lelaki bersorak mengagumi kecantikan Okta. Di sini aku mulai merasa tidak nyaman dengan kebisingan.

“Mulai dari kakak dulu ya! Hai kenalin nama kakak Ayu Safira Oktapyani kelas XI-1. Kakak di sini selaku ketua OSIS” Okta memperkenalkan diri

“Yeay wuhhuuuu!!! Kak Okta cantik!!!”.

“Kenalin nama kakak Lidya Maulida Djuhandar dari kelas XI-1 selaku sekretaris” kata Lidya ikut perkenalan.

“Kenalin nama kakak Muhammad Rizal Dinnur dari kelas XI-1 juga selaku bendahara” kata seorang pemuda tampan dengan gaya rambut klimisnya.

“Halo kak Rizal ganteng!!!”.

“Minta kontak kak Rizal dong!!!”.

“Aduh kakak ganteng banget..!!!”.

Yah sekarang adik kelas para kaum perempuan juga ikut bersorak-sorak pada Rizal. Ah sudahlah, mereka terlalu berlebihan dengan itu semua.

“Kak, wakil ketua OSISnya mana?” tanya seorang gadis

“Eh iya yah” kata Okta lalu berlari ke belakang panggung aula.

“Za, ayo sana kamu perkenalan dulu” ucap Okta memaksaku

“Sorry Ta, tapi aku nggak suka kebisingan. Bisa ngertiin aku?” tanyaku memberi sebuah kode.

“Oh iya, aku tau kok kamu masih trauma dengan banyaknya kebisingan” senyum mengembang di wajahnya, tapi aku tau jika dia kecewa denganku yang masih trauma akan sesuatu. Dia kembali lagi ke atas panggung aula.

“Ya adik-adik sekalian. Sekarang kalian masuk kelas menurut gugus-gugus yang sudah di tentukan saat upacara tadi pagi dan akan dibimbing oleh para pembimbing yang sudah kami tentukan dari pihak OSIS. Kalian paham..?” instruksi Okta

“Paham kak!!!” jawab mereka serentak. Mereka menuju kelas masing-masing berdasarkan gugus kelasnya.

—o0o—

“Lancar semuanya?” tanyaku

“Lancar kok. Kamu mau jaga kelas atau jadi pembimbing?” tanya Okta

“Sorry Ta, tapi patroli kayak biasanya aja ya” balasku

“Oh ya udah gak papa” balasnya dengan kecewa dan pergi meninggalkanku. Datanglah seorang laki-laki menghampiriku.

“Woy Za!” panggilnya

“Apaan Zal?” lelaki itu adalah Rizal.

“Lu jaga kelas nggak?” tanyanya padaku

“Nggak” balasku singkat

“Yah, padahal ada banyak cewek cantiknya loh” Rizal menyeringai

“Nggak tertarik. Gue mau pergi dulu” kataku seraya melangkahkan kaki pergi.

“Mau ke mana?” tanyanya

“Tempat biasa”.

“Oh ya udah. Gue mau jaga kelas dulu. Siapa tahu ntar banyak cewek mintain kontak gue” dengan Percaya Diri Rizal menuju kelas X-2.

—o0o—

Author’s P.O.V.

“Shut..shut tuh kakak pembimbingnya datang” ucap seorang gadis menenangkan semua teman-teman barunya di kelas barunya pula. Mungkin juga gadis itu belum kenal satu pun orang di kelasnya.

“Pagi dek…!” ucap dua orang. Satu lelaki dengan rambut klimisnya, dan satu lagi gadis yang berambut sebahu.

“Pagi kak!!!” sapa semuanya

“Wah pembimbing kita kak Rizal…!!!” para kaum gadis

“Pagi sayang…!!!”.

“Pagi kakakku yang ganteng”.

“Kakak dan kakak yang satu ini akan jadi pembimbing kalian selama ospek selama 3 hari ke depan” ucap Rizal penuh gaya wibawa ketampananya.

“Yeay…!!!” riuh satu kelas. Kelas yang di atas pintunya tertera tulisan ‘X-2’ itu.

“Ya hari ini kegiatan kita mulai dengan perekanalan lagi” ucap Rizal

“Kalian sudah tahu nama kakak kan?” tanya Rizal

“Udah dong my prience in my heart”.

“Udah kak ganteng”.

“Kalo kakak yang satu ini udah kenal?” tanya Rizal menunjuk gadis dengan rambut sebahu di sampingnya.

“Belum…!!!” semuanya menjawab

“Hai adik-adik, kenalin nama kakak Ratu Vieny Fitrilya. Biasa dipanggil Viny, kakak dari kelas XI-2 selaku anggota OSIS” gadis bernama Viny memperkenalkan diri.

“Oh… Ratuku”.

“Princess in my heart”.

Kini giliran para kaum lelaki. Ini sebenernya sekolah atau apa sih.

“Oke, kita mulai kegiatan hari ini” ucap Viny bersama Rizal memulai kegiatan

—o0o—

3 hari telah berlalu. Ini hari terakhir ospek di SMA 48 Jakarta. Hari ini bukan kegiatan seperti biasa. Tapi hari ini adalah pengenalan ekskul bagi para siswa dan siswi baru. Semuanya antusias sekali. Mulai dari ekskul akademik seperti OSN,jurnalistik, dan lain-lain. Tak kalah non akademiknya seperti sepak bola,bassebal,basket,voli,dan masih banyak lagi. Kalian pasti menyanyakan mengapa tidak ada ekskul musik kan? Itu karena tidak ada yang pernah belajar musik di sekolah. Guru ekskulnya pun tidak ada, bahkan ruang musik hampir seperti tidak pernah dipakai. Rumornya sih belum pernah ada yang masuk ke ruang musik. Eh tunggu dulu! Sepertinya ada satu orang yang selalu masuk ke sana, tapi aku tidak yakin apa benar itu. Ingat di sini aku penulisnya yang bercerita oke. Rizal dengan promosi ekskul sepak bolanya. Okta? Kalian pasti terkejut mendengarnya. Okta adalah…

Ya karena dia tomboy, dia adalah…

 

Ketua ekskul Basseball! di SMA 48 Jakarta. Cukup terkejut bukan? Aneh sekali tapi ini memang nyata. Mungkin karena dia terlalu tomboy.

Saat ini Rizal sedang promosi ekskul sepak bolanya. Banyak sekali kaum lelaki yang berminat masuk ke ekskul feminim bagi para lelaki itu. Selain wajahnya yang tampan, dia juga adalah Kapten tim sepak bola SMA 48 Jakarta dengan timnya bernama ‘Blazer’. Dengan nomer punggung 7 yang selalu Rizal pakai, beberapa kali bahkan sering mendapatkan kejuaraan. Juara 1 dari tingkat nasional hingga internasional saat dia kelas X tahun 2015 lalu. Cukup hebat bukan?

“Hai adik-adik semua. Siap untuk bermain…!!!” Rizal bersemangat memperkenalkan

“SIAP!!!” ucap kaum lelaki yang mengikuti ekskul tersebut.

“Isi formulir data diri kalian dan kita akan mulai latihan pada minggu depan. Paham?!” jelas Rizal

“Paham kak!” jawab semuanya serentak

 

Di sisi lain, Okta juga memperkenalkan ekskulnya. Laki-laki hingga perempuan juga ada. Mungkin alasan para lelaki ikut ekskul ini adalah ingin dekat dengan Okta. Mungkin saja (?).

“Semuanya siap bertarung!” ucap Okta semangat

“Siap dong kak!!!”.

“Ingat motto kakak ini ya!

TOUCHDOWN —> Run,Fight,and Destroy!!!” ucap Okta semangat dengan mottonya

“Siap menjatuhkan lawan?!”.

“SIAP!”

“Siap untuk berlari tanpa henti sebelum menang?!”.

“SIAP!”.

“Siap untuk bertarung hingga titik darah penghabisan?!”.

“SIAP!”.

“Terakhir…

SIAP UNTUK MENGHANCURKAN LAWAN!!!”.

“SIAP…!!!” Antusiasme semuanya termasuk Okta

“TOUCHDOWN! Run,Fight,and Destroy!!!” teriak semuanya

Yah terlalu bersemangat sekali di ekskul yang satu ini. Sudahlah biarkan saja, sebenarnya mottonya terlalu berlebihan. Itu menurutku, tapi kalian bisa menilainya sendiri

—o0o—

Saat ini sedang ada seorang pemuda di ruang musik. Jari-jemarinya terlihat sangat lincah memainkan sebuah piano dengan headset di telinganya. Sambil bermain, dia menuliskan partitur not baloknya di sebuah buku.

Saat ini semuanya sedang bermain di ekskulnya masing-masing di lapangan sekolah.

x4

Rizal dengan latihan tim sepak bolanya. Sedangkan Okta dengan ekskul basseballnya. Saat ini, Okta bersiap memukul bola.

“Siap untuk meleset?” tanya Viny menyeringai

“Harusnya melesat, bukan meleset” Okta tersenyum licik

“Kau terlalu percaya diri” ucap Viny siap melesatkan bola basseball dengan kecepatan tinggi sekuat tenaga

“Kita buktikan” Okta memasang posisi

“Hya!!! Rasakan ini!!!” bola melesat dengan cepat menuju ke arah Okta

Okta hanya tersenyum tipis dan…

 

TUAKKK…!!!

 

Bola melambung tinggi di udara dengan tinggi dan sama cepat akibat benturan dengan pemukul baseball Okta.

“Terbanglah!” Okta berlari mengelilingi kotak base. Berhasil menciptakan Home Run. Bukan, Grand Sland Home Run tepatnya.

“Bagaimana mungkin?!” kaget Viny

“Pukulan yang hebat!” ucap para pemain tim

Dia berhasil mencetak 4 angka untuk timnya. Tapi bolanya melesat terlalu jauh menuju sebuah tempat.

“Dia melakukanya lagi ternyata” ucap Rizal dari kejauhan yang sedang memandangi pukulan Okta saat bermain sepak bola bersebelahan lapangan. Tiba-tiba…

 

CTARRR!!!

x5

Suara sebuah kaca pecah akibat bola yang berbenturan dengan kaca. Bola itu ternyanta mendarat di ruang musik dan mengenai kepala seorang pemuda tadi hingga berdarah. Okta langsung saja berlari mencari bola itu. Dia melihat bola itu jatuh di ruang musik. Dia segera ke sana mengambil bola itu.

Saat membuka pintu…

“Permisi, aku mau mengambil bola” ucap Okta masuk tapi…

“Haaaa!!!!! Ada mayat…!!!” alangkah terkejutnya Okta melihat seorang pemuda dengan kepalanya yang berlumuran darah.

x6

Langsung saja Okta mengambil bola baseball itu dengan cepat karena ketakutan dan hendak pergi.

“Tunggu…!!!” Tiba-tiba…

-To be Continued-

 

Created by       : Anonymous No Name

[INFO]

Kelanjutan fanfiction “When You Romance Love Blossom in Spring” akan dirilis di bulan April.

Nota Bene      : Komen,kritik,dan saran. Satu lagi, jangan coba-coba mencari tahu                                       siapa penulisnya ^^~

 

 

 

 

Iklan

14 tanggapan untuk ““When You Romance Love Blossom in Spring”Part 1

  1. Anonymous No Name di sini. Kenapa? Masa iya aku disamain sana author kampret yang punya username @rezalical itu. Lagian siapa sih @rezalical itu? Nama di fanfiction ini adalah imajinasi Arima Kousei. Lah aku dapet nama Rezalical itu dari admin KOG bag Rizal Dinnur. Kemarin di twitter minta pendapat buat nama yang mirip Arima Kousei. Nah dikasihnya ya itu Arian Rezalical

    Suka

  2. kenapa banyak yg suka cerita nggak original kayak gini sih ? ahh iya bias karna pernah nonton your lie in april hampir sama kayak alasab banyak yg suka kiseki no sedai nya anto karna pernah nonton kurobas. jd males nulis cerita original kalo gw bisa nulis cerita yg bias dari anime populer. coba liat belum ada yg nulis ff tentang attak on titan kan ? ntar gw tulis ya tokoh nya tinggal gw rubah nama nya jd nama member biar kelihatan kayak ff jkt.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s