“The Legend of Dragon Knight : Unexpected Truth” Part 4

1

Setelah berganti pakaian, Aku langsung turun dari kamarku untuk menemui kak Frieska. Terlihat di teras Kak Frieska sedang menungguku sambil menatap langit. Saat aku menemui Kak Frieska, tanpa berbasa-basi Kak Frieska langsung mengajakku ke suatu tempat. Tapi sebelum itu, Kak Frieska mengunci semua pintu dan jendela terlebih dahulu.Banyak sekali pertanyaan yang ingin kutanyakan pada Kak Frieska. Kemana kah Kak Frieska akan membawaku? Belum lagi tetang rahasia keluarga yang ia katakan dan akan memberitahukannya padaku. Arrrggghhh… aku sungguh tidak mengerti dengan semua kejadian dan hal aneh yang aku alami saat ini. Aku berharap ini semoga ini akan menjadi jelas dengan segera. Ya, semoga.

Tiga puluh menit sudah kami berjalan dan belum juga sampai. Ku alihkan pandanganku yang sedari tadi hanya melihat punggung Kak Frieska ke sekeliling untuk menghilangkan kejenuhan. Alangkah terkejutnya aku saat melihat ke sekeliling. Kami berjalan di tengah kabut? Padahal seingatku tadi Kak Frieska hanya mengambil rute yang biasa kulewati setiap harinya. Hal aneh apa lagi ini?

“Ikuti saja aku dan tetaplah berjalan lurus. Jangan sentuh kabut itu apalagi masuk ke dalmnya” perintah Kak Frieska yang sepertinya mengetahui isi pikiranku. Langsung saja kutarik tanganku yang tadinya sempat ingin menyentuh kabut itu karena penasaran.

“Nah, kita sudah sampai” ujar Kak Frieska. Setelah itu aku menoleh ke arah depan. Terlihat sebuah cahaya yang amat sangat terang dan…

Kami pun sampai di sebuah tempat yang begitu indah

lodk

“Selamat datang putri Frieska” sapa dua orang wanita bersayap, sepertinya mereka penjaga tempat ini. Namun, Kak Frieska hanya mengangguk sebagai jawaban dan masuk. Disusul denganku

“Dan Anda pasti Tuan Rezalicalizer?” tanya salah seorang penjaga itu padaku. APA…!?!?!? Mereka memanggilku Tuan??? Dan tadi mereka memanggil Kak Frieska dengan sebutan Putri. Dan hei Tunggu dulu! Sejak kapan namaku menjadi seperti itu???. Hal aneh apa lagi yang terjadi di sini? Aku hanya bisa menahan semua pertanyaanku.

“I-iya” balasku pelan dan agak ragu.

Kulanjutkan langkahku untuk mengejar ketinggalan Kak Frieska yang beberapa langkah di depanku. Kak Frieska berjalan menuju gerbang yang ada di atas puncak menara tertinggi tempat ini. Di balik gerbang itu bisa kulihat sebuah gedung berwarna putih besar. Bangunan yang sangat menawan dan mewah bahkan bisa disebut sebuah istana atau memang ini sebuah istana? Pikirku. Kak Frieska pun memasuki bangunan itu dan aku hanya mengikutinya.

“Selamat Datang di Egde of World” Sebuah suara muncul dari mana asalnya di ruangan ini

Aku hanya bisa bingun,terkejut,dan terperangah melihat seisi bangunan itu. Di dalam bangunan itu terdapat banyak sekali manusia bersayap putih bak malaikat seperti Yupi waktu itu. Kak Frieska melangkah menuju sebuah ruangan yang cukup besar. Mungkin ini adalah ruangan tengah atau mungkin inti dari bangunan ini. Aku hanya bisa berjalan mengekorinya. Saat kulihat sekeliling, ruangan ini terlihat seperti tempat latihan bagi para Knight karena sejauh mata memandang hanya terlihat orang-orang bersayap saling mengadu pedang dan mengadu skill mereka. Kak Frieska kemudian masuk menghampiri salah satu dari mereka. Mungkin ia adalah pemimpin pasukan di tempat ini karena ia terlihat lebih tangguh dari yang lainnya. Ia juga terlihat lebih berwibawa, setidaknya itu hal yang aku pikirkan.

Kak Frieska lalu membisikan sesuatu kepada orang itu. Raut wajah orang itu tiba-tiba berubah drastis menjadi pucat, sepertinya apa yang dikatan oleh Kak Frieska barusan adalah suatu hal yang mengerikan sehingga membuat orang itu sangat terkejut bahkan ekspresinya juga berubah drastis. Mengerti dengan apa yang harus dilakukan, orang itu kemudian pergi.

“Sekarang ayo kamu ikut kakak, waktunya menceritakan semuanya” ujar Kak Frieska sambil menuntunku ke suatu ruangan

Kulangkahkan kakiku yang hanya bisa mengikutinya menuju sebuah ruangan sederhana. Di ruangan itu hanya ada 2 buah sofa yang saling berhadapan dengan meja persegi panjang di antara keduanya. Kami pun duduk di sofa saling berhadapan dan Kak Frieska pun mulai bercerita.

“Baiklah, kakak akan mulai bercerita” katanya

“Apa kau percaya dengan Angel’s and Demon’s?” tanyanya padaku. Aku menggeleng. Bukan karena tidak percaya tapi lebih karena aku tak tahu harus menjawab apa setelah beberapa hal yang kualami belakangan ini.

“Kau sudah melihatnya sendiri kan?” ia kembali bertanya dan kali ini aku mengangguk

“Seperti yang sudah kaulihat, Yupi adalah seorang Angel dan makhluk yang kau ceritakan itu adalah Lucifer, King of Demon” katanya menjelaskan

“Satu lagi, orang yang bernama Dhikeringer Yuuma itu adalah salah satu dari seorang Demon’s kelas atas. Dilihat dari jurus dan kekuatanya yang hampir membunuhmu saat itu dengan tombak cahayanya” Kata Kak Frieska dan kini aku mulai serius

“Sebenarnya kakak adalah seorang Angel, begitu juga dirimu. Orang tua kita juga sebenarnya adalah Angel. Ya, Angel yang tinggal di bumi. Bukan di tempat kelahiran para Angel yaitu Valhalla” ucapnya

“Tapi… kenapa ayah dan ibu memilih tinggal di bumi dan bukan di valhalla tempat kelahiran para Angel?” tanyaku

“Semua itu karena kau” Aku kebingungan dengan perkataan Kak Frieska yang satu ini

“Kakak bukan ingin menyalahkanmu tapi keputusan ini dibuat oleh Ayah dan Ibu karena kau yang keturunan Angel yang seharusnya memiliki ciri khas layaknya seorang Angel yaitu sepasang sayap. Tapi… kau sama sekali tidak memiliki ciri itu” Jelas Kak Frieska sambil memperlihatkan kedua pasang sayap putih miliknya

“Ayah dan Ibu bahkan kakak sangat khawatir padamu saat itu karena kamu tidak akan bisa tinggal di Valhalla. Mungkin hal yang tidak diinginkan bisa terjadi padamu mulai dari kau dikucilkan karena kau tidak memliki sayap. Kami juga tidak bisa terus-menerus menemani kamu sepanjang waktu. Akhirnya, kami memutuskan untuk tinggal di bumi agar kita semua bisa hidup dengan aman,nyaman,dan tentram. Tapi resiko dari keputusan ini adalah kekuatan Angel kami akan berkurang” ujarnya menjelaskan makin serius

“Semuanya berjalan dengan baik sampai hari itu tiba. Hari di mana kecelakaan itu terjadi, kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua kita. Apa kamu masih ingat akan hal itu?” Raut wajah Kak Frieska berubah sedih

“Sebenarnya saat setelah kau terlahir, dan saat kecelakaan itu, ayah dan ibu tidak tewas dalam kecelakaan. Saat itu, ayah dan ibu menyuruh kakak lari untuk menyelamatkanmu ke tempat yang lebih aman. Setelah kecelakaan itu, ada sesuatu yang membuat mereka terluka parah. Setelah kakak membawamu ke tempat yang aman, Kakak menyadari kekuatan ayah dan ibu yang mulai melemah, segera pergi dan mencari mereka. Tapi sepertinya kakak terlambat. Tempat itu sudah seperti medan pertempuran saat kakak sampai di sana. Kakak akhirnya berhasil menemukan mereka akan tetapi…

Ayah dan Ibu sudah terluka parah dan hampir tidak bisa bergerak lagi karenanya” Mata Kak Frieska mulai berkaca-kaca

“Kakak ingin menyelamatkan mereka dengan membawa mereka ke Valhalla, tapi Ayah menyadari bahwa itu akan sia-sia saja. Sebelum ajal datang menjemput, Ayah menitipkan sebuah kalung dan sepucuk surat, Ayah meminta kakak menyerahkannya padamu jika saatnya tiba. Ayah bilang, kita akan bertemu 2 orang saudara kita jika sudah saatnya yang akan membantu kita. Ayah juga mengatakan kau adalah harapan terakhir yang dimiliki dunia jika perkiraan dan ramalan terburuknya menjadi kenyataan” Jelas Kak Frieska panjang lebar. Air mata pun sudah tak sanggup lagi dibendung seiring mengalir Kak Frieska bercerita. Aku dengan cepat memeluk tubuh Kak Frieska, bermaksud untuk menenangkannya

Aku tak bisa berkata apa pun. Tubuhku hanya bisa terpaku dan membisu mendengar semua ucapan dari Kak Frieska dan semua ucapanya tidak bisa kuterima begitu saja. Pikiranku berkecamuk kemana-mana. Kebingungan dengan semua ini. Belum selesai aku mencerna apa yang baru saja dia katakan, Kak Frieska kemudian melanjutkan kata-katanya

“Mungkin kau tidak bisa percaya begitu saja dengan apa yang kakak katakan, kau mungkin perlu waktu untuk berpikir dan memahaminya. Tapi… inilah kenyataanya, kau akan menemukan kebenaran nantinya. Dan maaf sudah menyembunyikan semua hal ini darimu” Ujar Kak Frieska mulai tenang dan kemudian menyeka air matanya

*Tok*Tok*Tok*

Terdengar suara orang mengetukpintu dari luar

“Putri Frieska, Beliau sudah datang” ujar seseorang di balik pintu

“Baiklah, tunggu sebentar” balas Kak Frieska cepat

“Tunggulah di sini, kakak akan sgera kembali” pesanya padaku dan berlalu pergi meninggalkan ruangan ini

Sunguh ini sebuah kenyataan yang paling tidak nyata dan tidak bisa kupahami. Bagaimana mungkin aku yang hanya seorang siswa Higschool atau SMA biasa saja bisa menjadi penentu nasib dunia!? Yang benar saja!? Walaupun Ayahku sendiri yang mengatakannya. Karena terlalau bosan menunggu, aku memutuskan untuk berkeliling melihat dan mengitari ruangan ini. Sambil menunggu Kak Frieska kembali, aku terus saja berpikir tentang semua yang dikatakannya. Ingin sekali aku menyusulnya keluar tapi ia memintaku untuk tetap tinggal di ruangan ini. Lagipula aku tidak tahu dia pergi ke mana. Saat masih berpikir, aku menyempatkan untuk melihat-lihat tempat ini dari jendela. Aku melihat seorang wanita yang mirip sekali dengan Kak Frieska dan juga ia memliki sayap seorang Angel. Apa itu Kak Frieska. Tapi ada yang aneh? Tunggu! siapa seorang pemuda yang dibelakangnya? Hei, dan kenapa pemuda itu tidak memiliki sayap, malah terlihat seperti manusia biasa. Aneh sekali (?) Apa mungkin…

—o0o—

Author’s P.O.V.

NB : Tulisan yang dicetak miring dan tebal adalah dialog Author

Saat ini, Frieska sedang berjalan menuju sebuah ruangan. Ruangan di mana dia dipanggil oleh salah satu pemimpin Angel di Valhalla. Tapi saat dia melewati ruang tengah…

Dia melihat seorang wanita bersayap sepertinya dan juga seorang pemuda yang mengekor dibelakangnya. Dia hanya tidak bisa percaya melihat akan hal itu. Dengan cepat, dia berlari menghampiri wanita tersebut

“Kak Melody…!!!” teriak Frieska memanggil wanita itu sambil berlari

“Fri-Frieska!!!” balas wanita itu. Mereka berdua berpelukan seperti orang yang sudah lama tak bertemu, lebih tepatnya melepas rindu

“Aku selama ini mencari kakak hiks…” tangis Frieska pecah dipelukan wanita bernama Melody itu

“Iya kakak juga. Bagaimana keadaanmu?” tanya Melody pada Frieska sambil melepas pelukannya

“Aku baik-baik saja” kata Frieska menyeka air matanya

“Lalu, bagaimana dengan keadaaan adik kecilku yang satu lagi?” tanya Melody

“Dia ada bersamaku, dia baik-baik saja. Dia sedang ada di sini karena aku membawanya. Aku takut sesuatu hal terjadi di rumah kami jika dia kutinggalkan sendirian” jelas Frieska panjang lebar

“Kakak sendiri gimana?” tanyanya balik

“Seperti yang kamu lihat, kakak baik-baik saja” Melody menunjukan kalau dia baik dan sehat. Pemuda dibalik punggung Melody terheran-heran dengan kelakuan kakaknya yaitu Melody.

“Lalu adik kita yang satu lagi? Apa mungkin dia?” tanya Frieska menunjuk pemuda itu

“Ya kau benar, memang dia” Melody tersenyum melihat pemuda di belakangnya itu

“Kamu pasti Satria kan?” Frieska meyakinkan pemuda itu

“I-iya” jawabnya terbata-bata

“Mmm… maaf kak, dia siapa ya?” tanya pemuda bernama Satria itu pada Melody sambil menunjuk Frieska

“Kau akan tahu nantinya” Melody menanggapi dengan senyum

Tunggu dulu! Kakak? Adik?

Aku semakin tidak mengerti dengan semua hal ini

“Dek, aku harus membawanya menemui Jendral untuk melaporkan mengenai kebangkitan King of Demon Lucifer dan membawa dia menemui Jendral Sandalphon” bisik Melody pada Frieska

“Apa mungkin dia salah satu titisan dari kesatria Legenda itu?” tanya Frieska berbisik. Sedangkan pemuda dibelakang punggung Melody sudah memberi kode heran dan juga ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan

“Aku juga tidak tahu, permisi aku harus pergi” ucap Melody hendak pergi

“Ayo Satria” ajak Melody pada pemuda itu. Mereka berdua pergi berlalu menuju sebuah ruangan

Kesatria Legenda?

Apa mungkin?

Ah! Terlalu penuh dengan misteri

Kini, Frieska kembali melangkahkan kakinya ke sebuah tempat juga. Dia melihat seseorang yang sepertinya sudah menunggu.

“Bagaimana?”.

“Mengenai ramalan itu?” Frieska mengangguk dengan pertanyaan dari orang itu

“Aku ingin dia kemari bertemu denganku”.

“Ba-baiklah” Frieska keluar dari ruangan itu untuk menjemput seseorang.

—o0o—

Reza’s P.O.V.

Baru saja aku berpikir untuk pergi saat Kak Frieska kembali. Tapi raut wajahnya tidak setenang saat ia pergi tadi

“Reza!” pangggilnya

“Iya kak, ada apa?” tanyaku cepat

“Mereka ingi mendengarnya langsung darimu” ujarnya

“Mereka? Siapa ya kak?” tanyaku semakin penasaran

“Sudah sekarang kamu ikut saja dulu, nanti juga kamu akan mengerti” katanya. Tanpa sepatah kata pun  Kak Frieska langsung saja menarik tanganku. Mau tak mau aku langsung saja mengikutinya berjalan keluar.

Setelah lama melangkah, kami sampai di ruangan yang cukup besar. Mataku kini langsung tertuju pada sosok seorang Angel. Sepertinya ia adalah pemimpin mereka semua. Auranya terasa sangat kuat dan berbeda. Wibawa dan kehebatannya bisa terasa hanya denga melihatnya. Tunggu dulu!!! Sejak kapan aku bisa merasakan aura seseorang? Ah sudahlah, aku tidak terlalu mengurusi hal itu. Ditambah lagi ia dikawal sepasukan prajurit dan pengawal yang tak bisa dibilang biasa-biasa saja.

“Jendral, Inilah adikku Reza yang tadi kuceritakan” ucap Kak Frieska sambil berlutut seraya memberi hormat pada orang itu. Jujur saja aku agak heran dengan sikap Kak Frieska yang satu ini. Tak biasanya dia sampai seperti itu pada orang lain. Sebegitu hebatnya kah orang ini?

“Jadi kau melihatnya?” Orang itu langsung bertanya padaku

“Melihat apa?” Aku yang tak paham maksud perkataanya bertanya balik

“Kebangkitan King of Demon Lucifer dan pertarungan Holy Angel melawan makhluk itu? Dan satu lagi, salah seorang Demon kelas atas yang hendak membunuhmu dengan tombak cahaya terkutuk merah menyala itu?” Pertayaan bertubi-tubi dan penjelasan dari beberapa pertayaanya dilontarkan padaku.

“Jika yang kau maksud itu adalah pertarungan antara Yupi dengan makhluk mengerika itu jawabannya iya. Dan yang kau maksud Demon kelas atas itu adalah Dhikeringer Yuuma-chan jawabannya tepat sekali. Masih terekam jelas dalam ingatanku” jawabku tak kalah tegas. Tapi hal itu malah membuat Kak Frieska menatapku dengan raut wajah takut dan cemas.

“Ceritakan semua yang kau lihat, aku ingin mendengarnya langsung darimu” Perintahnya padaku.

“Kenapa harus? Lagipula siapa kau? Lebih baik perkenalkan dirimu terlebih dahulu sebelum kau meminta sesuatu dari orang lain” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku.Memang aku ini si banyak omong dan kebiasaanku ini selalu keluar di saat yang tidak tepat. Kak Frieska sepertinya shock saat mendengar ucapanku. Terlihat dari wajahnya yang semakin pucat, menandakan ketakutan dan kecemasannya padaku. Hal yag tak jauh berbeda juga terlihat dari para pengawal dan prajurit orang yang dipanggil Jendral itu. Mereka seperti takut sesuatu akan terjadi karena ucapanku barusan.

“Hahaha benar-benar anak yang menarik” ujarnya seraya denga diiringi tawa. Ia yang sedang berada di langit-langit ruangan lalu turun mendekatiku. Kepakan ke-6 sayapnya membuat hembusan angin yang sangat dahsyat hingga membuat mataku sedikit kelilipan.

“Namaku Valireon, salah satu Jendral para Angel. Aku perlu tahu apa yang terjadi agar bisa membuat keputusan yang tepat untuk kedepannya. Jadi, maukah kau menceritakan semua yang kau lihat dan alami padaku, Hakuryuukou Rezalicalizer The Divine Vanishing Dragon Emperor?” pintanya lagi sambil memperkenalkan dirinya.

“Ba-baiklah kalau begitu. Akan kuceritakan semuanya padamu” Aku megangguk mantap. Kemudian aku menceritakan semua kejadian aneh dan mengerikan itu padanya. Mulai dari pertemuanku dengan Yupi, alasan kami pergi bersama, desa itu, pertarungan yang membuat Yupi harus mengorbankan dirinya demi menyelamatkanku, taman itu, dan terakhir saat aku hampir mati tertusuk tombak cahaya merah terkutuk milik Demon kelas atas atau apakh itu. Setelah mendengar itu, ekspresi pria itu hampir tak berubah sama sekali. Dia seperti sudah menduga dan mengetahui bahwa hal ini akan terjadi. Cepat atau lambat.

“Jadi begitu ya, aku mengerti sekarang. Wajar saja jika kau mendapatkan jam dan kalung berbentuk pedang yang diselimuti naga itu” Dia berbicara menunjuk benda-benda itu yang melekat pada tubuhku, kemudian berbalik menghadap para pengawal dan prajuritnya.

Jam dan kalung apa? Saat kuperiksa hal yang dikatakannya ternyata 2 benda itu benar-benar ada, apalagi kalung ini. Kalung peninggalan orang tuaku yang selalu kupakai. Tapi, bagaimana mungkin jam ini bisa ada ditanganku? Padahal seingatku jam ini kutinggalkan di atas meja belajarku di kamar.

“Semuanya dengar!” suara lantangnya membuat semua gentar, tak terkecuali aku.

“Kuperintahkan kalian semua untuk melatih dan mempersiapkan semua Angel yang berada di Valhalla untuk sebuah pertempuran. Pertempuran yang mungkin akan menentukan nasib dunia ini. Kalian mengerti?!?!?!” perintahnya paada semua prajurit dan pengawalnya

“Ya, Jendral!”

“LAKSANAKAN!!!”

“SIAP…!!!” Jawab semuanya serempak,

Semua penawal dan prajurit yang datang bersamanya pun segera kembali ke Valhalla. Tapi Valireon masih tetap berada di tempatnya berdiri di langit.

“Reza!, kau juga harus mempersiapkan diri untuk ini karena meskipun kau bukan seorang Angel, tetapi kau juga bukan seorang manusia biasa. Apalagi dengan kekuatan yang dahsyat itu. Dan satu lagi,Aku bisa merasakan hal itu, kau memiliki benda suci itu…

Sacred Gear…” ujarnya tanpa bergerak sedikit pun. Aku terkejut akan hal yang dikatakannya tadi

“Sa-Sacred Gear…!!!” aku ingat. Saat Dhike ingin membunuhku di taman, waktu itu dia bilang kalau aku memiliki benda yang menyusahkanya yaitu Sacred Gear. Entah benda apa itu aku juga belum tau dan mengerti sama sekali.

“Frieska, latihlah dia. Jika perlu gunakan saja itu” tambahnya lagi. Ia lalu melesat terbang kembali menuju Valhalla.

Aku tak begitu mengerti apa yang ia maksud dengan itu, tapi aku sudah tak lagi terkejut dengan apa yang baru saja dikatakannya.

“Ayo Reza, kita pulang” ajak Kak Frieska sambil membalikkan badannya dan berjalan pergi meninggalkan tempat ini.

Tanpa berlama-lama lagi, aku segera mengikuti Kak Frieska yang melangkahkan kakinya menuju tempat kami datang. Kami menyusuri jalan setapak yang dikelilingi kabut itu lagi karena hanya itulah satu-satunya jalan menuju rumah. Tak berapa lama kemudian, kami sampai di ujung jalan itu. Tapi da hal yang mengejutkan, seseorang telah menunggu kami di sana. Ia seolah-olah sudah tahu bahwa kami akan melintas.

“Hai Fries!” sapa lelaki itu

“Oh kau, Ghifari. Apa yang kau lakukan di sekitar sini?” tanya Kak Frieska pada pemuda bernama Ghifari itu

“Kau lupa ya? Ini sudah 2 Minggu” katanya lagi

“Secepat itukah waktu berlalu? Baiklah ayo kita lakukan di tempat biasannya” balas Kak Frieska

“Okelah kalau begitu tungu sebentar…” pemuda itu lalu mengalihkan pandangannya padaku.

“Siapa anak di belakangmu itu?” tanya pemuda itu pada Kak Frieska

“Oh dia Reza, adikku. Sebelumnya aku pernah menceritakanya padamu kan?” jawab Kak Frieska singkat

“Perlukah kita mengajaknya? Atau kau ingin mengantarya oulang terlebih dahulu?”

Kak Frieska terdiam sejenak. Sepertinya dia sedang berpikir untuk mengajakku atau tidak. Aku yang sedari tadi mendengarkan ucapan mereka mulai memikirkan hal yang tidak-tidak. Mungkinkah Kak Frieska dan pria itu memiliki suatu hubungan? Apa mungkin mereka…? Ah! Tidak! Kak Frieska bukan orang yang seperti itu. Tapi kalau begitu, apa yang mereka lakukan? Ah sudahlah jangan negatif thinking. Tak lama kemudian Kak Frieska akhirnya bersuara.

“Kita ajak saja dia. Lagipula aku ingin dia melihatya dulu sebelum mempelajarinya sendiri nanti” jawab Kak Frieska

“Baiklah kalau begitu. Tapi hari ini aku tidak bawa mobil” ujar pria itu

“Hah? Yang benar saja Ghie. Kalau begitu bagaimana caranya kita ke sana?” keluh Kak Frieska

“Tenang saja, kan kita punya itu” jawabnya ringan sambil memasang senyum meyakinkan

“Itu? Argh, baiklah!. Tapi kau yang gendong Reza” balas Kak Frieska

“Hah? Kenapa harus aku?” tanya Ghie bingnug

“Ayolah, bukankah kau Ghie si kuat? Lagipula ini salahmu karena kita harus menggunakan benda yag sangat menguras tenaga itu” ujar Kak Frieska dengan nada mengejek.

“Baiklah, baiklah. Aku mengerti” kata Ghie pasrah

Wajahnya terlihat sangat malas jika harus meneruskan perdebatan panjang dengan Kak Frieska. Ya, aku tahu sekali rasanya berdebat panjang denga kakak. Pada akhirnya aku juga yang akan kalah. Mungkin itu yang dipikirkan pemuda bernama Ghie ini. Ia pun berjalan mendekatiku.

“Naiklah ke punggungku, lalu berpegangan lah yang erat” Aku menuruti apa yang diminta pemuda itu. Setelah siap, aku meberi tanda bahwa kita bisa segera pergi

“Ayo Ghie, kita pergi…Balapan oke!”

“Yosh…!!! kita mulai” Sayap pun keluar dari punggung mereka masing-masing

“1…

..3…!!!” Frieska dengan cepat melesat meninggalkan Ghifari

WUSSSHHHHH!!!

“Hey!!! Frieska Tunggu!!! Kau curang!!!”

WUSSSHHHHH!!!

Mereka terbang dengan sangat cepat begitu cepatnya hingga membuat langit malam yang berawan tebelah karenanya. Dari sini aku bisa melihat banyak bintang yang indah di malam itu. Bajuku saja basah karena kalian tahu bahwa awan terbentuk dari penguapan kondensasi air laut. Menuju ke tempat yang entah di mana itu. Tempat Kak Frieska dan Ghifari biasa bertemu. Apakah yang kira-kira yang akan mereka lakukan? Apa yang akan terjadi selanjutnya? Entahlah aku juga tidak tahu dan penasaran…

***To Be Continued***

Created By      : Rezalical

Inspiration By : The Legend of Moonlord www.karyaotakgue.wordpress.com

Twitter            : @rezalical

ßAuthor Notesà

Gimana? Udah agak ngerti kombinasinya belum sama ff sebelah? Akhirnya jadi juga ff ini di part 4 nya. Sorry kalo ada typo soalnya gue kurang teliti. Btw, itu gue kasih pict tempatnya hehe biar imajinasinya pada main semua. Ini gue sempet-sempetin ngetik sekaligus ngirim *biasanya gue paling mager ngirim ckckck lupakan karena gue sekarang lagi PTS (Penilaian Tengah Semester) dulunya UTS (Ulangan Tengah Semseter) *apasih nggak ada bedanya juga, sama-sama ujian wkwkwk. Minta doanya semoga gue bisa ngerjain soal, dipermudah dalam mengerjakan *dikasih temen pinter biar gue bisa nyontek haha, dan terakhir hasilnya memuaskan lah ya O(^W^O). Segitu aja kali ya, yang baca bisa mampir di kolom komen,kritik,dan saran. Adminnya juga sekalian gue minta kalau ada yang salah dikasih tahu. Welcome in My Fantasy World. I Hope You Like It. Oh satu lagi, buat ff romance yang gue bikin akan rilis di bulan April *Insya Allah kalo nggak ada halangan lah Amien*. Arigatou gozaimassu…!!!

 

Iklan

4 tanggapan untuk ““The Legend of Dragon Knight : Unexpected Truth” Part 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s