My Love Senpai, Part20

Keesokan harinya saat jam istirahat dan aku bersama Teman-teman dekatku sedang berada di kantin, Aku hanya memesan segelas Susu cokelat hangat.

“Tumben pesan itu doang? Biasanya kamu pesan Mie atau Makanan yang lainnya?”

“Lagi males makan aja Shan, soalnya baru aja sarapan. Masa udah makan lagi.”

“Gak apa-apa kali Ram, ahaha…”

“Yeh.. Dasar Chococip.” Ucapku seraya menjulurkan lidah.

“Ihh.. Aldy, Rama tuh…” Rengeknya sambil menggoyangkan Bahu Aldy.

“Udah kali Shan, Terima aja kenyataan. Ahahah” Aldy pun sama malah Meledek Kekasihnya sendiri.

“Yaudah Aku ngambek!” Ucap Shania, Lalu membuang wajahnya dari hadapan Aldy.

“Oh iya, ini Bagas sama Viny lama banget mesannya? Padahal kelihatannya gak terlalu ramai.”

“Lu kaya gak tau Bagas aja…”

Tidak lama setelah membicarakan Bagas dan juga Viny, Mereka datang ke meja kami dengan Membawakan pesanan makanan atau minuman yang tadi di pesan.

“Lah! Minuman yang gua pesan mana?”

“Maaf ram, Susunya habis jadi gak beli yang lain.” Ucap Viny.

“Suram…”

“Hiduplu Suram!” Sahut Aldy. Aku hanya memasang muka yang datar.

Tidak lama berbunyilah bel masuk setelah istirahat, Kami langsung beranjak dari kantin menuju ruang kelas.

Pelajaran hari ini di lanjutkan sampai saatnya bel pulang sekolah berbunyi.

Karena dirumah aku tidak ada kegiatan, jadi setelah mengeluarkan Motor dari parkiran aku duduk di atas jok motor, sembari melihat anak-anak yang mengikuti ekstrakulikuler Basket sedang latihan di lapangan.

“Tumben Kak Naomi gak Latihan, Apa gua tanya aja ya sama Nathan?”

“Than…” Aku memanggil Nathan yang sedang memegang bola basket, Lalu dia menghampiriku.

“Apa Ram?” Tanya Nathan. Kemudian Bola itu di letakan dibawah dan dia injak menggunakan kakinya.

“Emm.. Kak Naomi gak ikut latihan?”

“Oh Lu mau nanya itu, Dia lagi di ruang basket sama Hanna dan juga pelatih…”

“Oh gitu, Yaudah gua titip salam aja ya ke dia.” Nathan hanya mengangguk dan dia kembali lagi ke lapangan. Kemudian aku menstart mesin motorku dan mulai melajukannya keluar dari area sekolah.

Aku mampir dulu sebentar ke mini market karena afa yang ingin di beli.

Setelah membeli tiga buah makanan ringan dan juga soft drink, Aku langsung pulang kerumah.

Aku sengaja mengendap-endap melewati ruang tengah, Karena takut Kak Kinal meminta apa yang aku beli tadi. Ya kalau dia meminta satu atau dua buah pasti akan aku kasih, Tapi enggak lagi. Dulu juga dia mengambil semua dan hanya menyisakan satu untukku.

“Baru Pulang Dek?” Tanyanya yang masih terfokus menonton salah satu acara di Televisi.

Shit!! Kok Kak Kinal tau? apa dia punya sepasang mata lagi di belakang kepalanya?

“Eheheh. Iya Kak, Aku ke kamar dulu ya?”

“Yaudah Sana. Sekalian mandi…” Akhirnya Bisa terlepas juga dari Kak Kinal, Aku Langsung melangkahkan Kakiku menaiki anak tangga untuk menuju kamarku.

Setelah memasuki kamarku, Aku langsung merebahkan tubuhku di kasur sembari memainkan Handphoneku. Saat aku baru ingin membuka Folder Game, Notif line masuk. Tanpa fikir panjang aku langsung membukanya karena itu dari Kak Naomi.

•Kalau berani salamin sendiri dong ke orangnya :p

Aku hanya tersenyum melihat pesan dari Kak Naomi, dan aku langsung membalasnya.

•Gimana mau ketemu coba! Orangnya aja gak ada-_-

•Kenapa gak di cari? Oh iya, Kamu lagi apa?

•Males kali nyarinya eheh. Lagi chattingan…

•Sama siapa?

Lho lho, Kak Naomi kok jadi oon gini? Apa jangan-jangan dia kebentur Tiang basket? Atau kepalanya kena Bola Basket?

•Yaampun Emang sama siapa lagi Kak SHINTA NAOMI!!

•Eh? Ehehe. Maaf-maaf kan kamu lagi chattingan sama aku ya? Kenapa aku jadi lemot gini sih!

•Dasar!

Dan pesan ku itu di read sama dia, Kan tanggung banget ngegantung gitu. Kemudian aku bangkit dari kasur dan melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku ini.

Setelah membersihkan tubuh, Seperti biasa aku berpakaian layaknya anak rumahan dan keluar kamar menuju Ruang Tengah tidak lupa membawa sebuah soft drink dan juga sebungkus makanan ringan yang tadi aku beli.

“Dek, Menurut kamu kalau Kakak pacaran lagi gimana?” Tanya Kak Kinal yang mengubah posisi duduknya agar berhadapan denganku.

“Ya gak apa-apa sih, Selama orang itu bisa bahagia’in Kakak ya aku dukung. Btw emang siapa yang udah bisa buat Kakak move on lagi?”

“Rahasia wleeee” Ucapnya sembari menjulurkan Lidah, Dan yang lebih ngeselin. Dia langsung merebut sebungkus kripik kentang yang ada di tanganku, Dan langsung di buka bungkusnya.

“Yah…” Aku hanya meratap saat keripik kentang itu mulai di makan oleh Kak Kinal.

“Kamu sih dulu ngerebut kripik Kakak, Jadi gantian!!”

“Biarin deh, yang penting masih ada soft drink.” Kemudian aku membuka tutup botolnya. Dan langsung meminumnya dengan mata yang terfokus ke layar datar televisi.

*SKIP*

Keesokannya, saat Aku dan Aldy sedang berada di pinggir lapangan Bagas datang dengan membawa 1 kantung plastik yang berisikan tiga buah air mineral.

“Gua cabut duluan ya? Ada urusan nih.” Ucap Bagas lalu memberikan Aku dan Aldy masing-masing satu botol air mineral.

“Sip, Hati-hati ya…” Ucap Aldy, Kemudian Bagas pergi meninggalkan lapangan menuju pos satpam, yang di sana sudah ada motor miliknya.

TING!!!

“Handphone lu bunyi tuh.” Ucap Aldy, Kemudian aku mengeluarkan Handphoneku dari saku seragam.

Dan saat ku buka, Ternyata Sms dari Kak Kinal.

•Dek, Kakak lagi keluar. Kalau kamu pulang Kunci Rumah ada dibawah Pot bunga. Nanti Sore mamah sama papah juga pulang.

Aku hanya membaca pesannya tanpa membalas, Sebenarnya sih males juga kalau pulang. Mending ke Cafe Earth dulu kali ya?

“Oh iya Dy, Gua cabut duluan ya?” Aldy hanya mengacungkan Jempolnya. Dan Aku pergi menuju parkiran untuk mengeluarkan motorku.

Setelah mengeluarkan Motor dari parkiran, Aku langsung tancap gas menuju Cafe Earth.

Sampai di sana, sengaja Aku mengambil tempat dekat pintu ya karena di sini saja yang kelihatannya Ramai.

Aku memesan sebuah makanan lengkap dengan minumannya. Setelah memesan aku melihat ke sekeliling Cafe ini, ya memang keadaannya sedang ramai. Tapi tapi… saat aku melihat di Sisi Pojok dekat jendela yang mengarah keluar aku tidak menyangka. Ternyata itu Bagas dan Kak Kinal, What? Sejak kapan mereka dekat? Bahkan sampai makan berdua di sini?

Ingin rasanya aku menghampiri mereka tapi aku urungkan niatku, Dan aku memilih untuk memotret mereka berdua menggunakan Camera Handphoneku.

“Setelah ini, Bakal gua tanya Kak Kinal!” Fikirku sembari melihat hasil foto mereka dari layar handphoneku.

Tidak lama pesananpun datang dan aku langsung menyantapnya sampai habis. Aku melihat kembali ke arah mereka, ternyata masih di sana.

Aku beranjak dari tempatku menuju kasir, Setelah itu Aku langsung pulang. Karena kalau aku terlalu lama di sana Kak Kinal dan Bagas akan mengetahui aku juga ada di situ, walaupun tidak sengaja.

*BERSAMBUNG*

@ramboy99_

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s