Cinta yang Datang Tak Terduga

Di suatu pagi saat aku baru bangun dari tidur indahku, aku mendapatkan telphone dari klienku buat menculik seorang putri dari pejabat yg klienku tidak sukainya itu. Aku adalah seorang penjahat kriminal yg telah lama di buru oleh polisi dari beberapa negara karena aku berhasil menculik anak dari pejabat tertinggi negara dari beberapa dunia. Ya walau pun aku kriminal orangnya tapi aku masih punya hati nurani kok,setelah bedebat cukup lama dengan klienku dan di dapatkan hasil cukup bagus. Semua permintaanku di kabuliin oleh klienku,sebelum menculik anak dari pejabat musuhnya itu. Aku meminta ke klienku uang bayaran 1 Miliyaran+ 1 buah mobil lamborghini galardo silver gold. 

Jam 12 set aku sudah stay di depan sekolahan dari anak pejabat yg akan aku culik itu. Klien yg memberiku foto anak pejabat itu sungguh cantik sekali,sampe aku nggak bisa berkedip ketika aku memandangi foto yg dikirimkan klienku itu. Oh ya nama saya Rio,saya semester 2 di salah satu univeritas ternama yg ada di kota jakarta. Kerja saya memang tidak halal kalau menurut saya tapi mau bagaimana lagi,kalau di tinggal susah sih. Ya terpaksa aku lanjutin saja sampai sekarang dan harta dari aku menculik orang itu aku buat membiayai kuliahku sama merawat anak-anak asuh angkatku yg aku ambil dari jalanan seperti Pengamen dan pengemis,serta anak-anak yg tidak beruntung lainnya. Tujuanku emang baik dan mulia tapi cara ngelakuiinnya aja yg salah.

“Non Anaknya bapak Ridwankan?” tanyaku.

“Iya mas,mas siapa ya” balasnya.

“Aku supir barunya ayah kamu yg sengaja di suruh ayah kamu buat ngejemput kamu di sekolah” kataku.

“Papa sih pernah bilang ke aku bakalan ada sopir baru buatku,jadi kamu rupanya toh” ucap anak yg akan saya culik itu.

“Iya non,mari…” aku sambil membungkuk sambil membukakan pintu mobil jip hitam berplat nomer polisi.

Cwe yg kira-kira umurnya 16 tahunan itu masuk kedalam mobil jipku,saat di tengah perjalanan pulang ke rumahnya. Aku sengaja matikan ac mobil biar anaknya pak ridwan ke gerahan terus makek tisu yg ada di depan mobil.

“Mas,kok panas banget ya di dalam mobil ini. Acnya mati ya?” anaknya pak ridwan sambil ngipas-ngipas pakek buku paket yg sangat tebel itu.

“Iya non,Acnya lagi mati. Nih di lap aja keringat non pakek tissue..” balasku sambil mengasihkam sekotak tissue ….(merk ga boleh disebut) saat cwe yg sedang duduk dibelakangku itu sedang mengelap hidungnya pakek tisu,tiba-tiba anaknya pak ridwan pingsan seketika. Sebelum aku otw ke sekolahan anaknya pak ridwan,aku sudah mempersiapakan penculikan anaknya pak ridwan secara matang-matang menurut kamus PYD. Sebelum anaknya pak ridwan sadarkan diri aku ikat kedua tangannya anaknya itu kebelakang menggunakan lakban dan tak pula aku lakban juga mulutnya biar nggak teriak-teriak… Setelah aku iket semua kaki dan tangannya,aku langsung buang anaknya pak ridwan ke dalam hutan yg sangat dalam biar di makan harimau.haha.

“Tugas gua udah selesai pak,bonusnya mana” kataku sambil menelphone klienku.

“Bagus-bagus kerja lo,rapi dan tanpa bekas juga,sekarang gua bisa leluasa nguasaiin kursi yg paling tertinggi di perusahaan,entar bonus lo gue transfer langsung..” ucap klienku.

“Siap pak,lain kali kalau ada beginian lagi bilang-bilang gue lagi ya” balasku sambil memutuskan sambungan telphone asal jangan memutuskan hubungan aja,ga enak broh hehehe.

Setelah bonus dari klienku masuk kedalam rekening pribadiku itu. Aku langsung pulang ke rumahku yg aku tempati bersama anak-anak asuhku itu.

“Eh kak rio udah pulang tuh ,yuk kita sambut yuk!!” kata Nadila sambil berlari ke depan pintu rumah…

“Kakak Rioooo!!!…” semua anak asuhku mengeruniku sambil memeluku dari segala sisi.

“Iya,coba tebak di dalam mobil kakak ada apanya hayoo!!”

“Pasti ada baju baru ya kak?” tebak Yupi.

“Salah,coba tebak lagi adek kakak yg ganteng dan cantik!!” aku sambil mencubit pipi anak-anak asuhku.

“Kalian udah ga bisa nebak ya?..”

“Iya kak,kami nyerah…” balas Gulla.

“Kakak bawa makanan sama Mainan buat kalian,ada juga buku gambar dan buku tulis.” kataku sambil mengangkat yupi,anak yg paling kecil diantara anak-anak asuhku yg lainnya.

“Yeeeee…Makasih kakak” kata anak-anak gembira sambil berlarian untuk mengambil makanan dan mainan yg aku beliin sepulang dari membuang anaknya pak ridwan.

Saat anaknya pak ridwan tersadar dari pingsannya,ia sangat terkejut seketika ketika melihat di sekelilingnya adalah pohon tinggi nan besar semua. Anaknya pak ridwan itu mencoba melonggarkan ikatanku dengan mengerak-gerakan semua badannya.

“Emmmmm…..emmmmmm…emmmm…”

Tapi sia-sia saja,ikatanku itu sangat kuat sekali….

Aku yg sudah selesai makan bareng-bareng sama anak-anak asuhku itu teringat sama anaknya pak ridwan itu..

“Eh iya ya gimana nasibnya cwe itu,pasti itu anak sedang menangis di dalam hutan yg sangat gelap dan banyak binatang buasnya kayak gitu. Ah kenapa aku teledor sekali sih,aku harus bebasin anak itu. Biar anak itu bisa hidup seperti hal layaknya seorang gadis” pikirku.

“Adek-adek kakak pergi bentar ya,kalian semua jangan ada yg keluar rumah ya” kataku.

“Kakak Rio mau kemana kak,sinka ikut donk?” tanya Sinka

“Sinka sayang,sinka di rumah aja ya. Kakak nggak lama-lama kok keluarnya,sinka di rumah aja sama yg lainnya ya cantik” kataku sambil mengelus-elus kepalanya itu.

“Eumm…” balas sinka sambil memanyunkan mulutnya.

“Jangan ngambek donk adek kakak yg paling ngegemesin,besok deh besok,janji kak sama kamu,besok aku ajak sinka keluar kok yah” kataku.

“Janji ya kak?”

“Iya sinka manis,kakak janji sama kamu kok..” aku sambil mengecup keningnya Sinka

“Udah ya,kakak pergi keluar sebentar,kalian jaga rumah”

Sesampainya aku di hutan yg tadi siang aku datengin itu,sekarang sudah gelap suasananya dan dingin juga suasananya,memang aku nyampe di hutan lagi itu memang sudah terlalu larut malem banget. Aku berjalan ke tengah-tengah hutan sambil membawa tongkat dan senter untuk menyenteri sekeliling. Saat anaknya pak ridwan melihat secerkah cahaya putih,anaknya pak ridwan mencoba untuk berteriak sekenceng-kencengnya.

“Emmmm..eummm….eummmm…” ya begitulah kalau cwek teriak jika mulutnya di lakban hanya bisa mengeluarkan suara seperti itu. Aku yg mendengar cwe yg tadi siang aku culik itu aku langsung berlari ke arah suara cwe itu.

“Emmmm…emmm..emmm…” kata anaknya pak ridwan.

“Iya-iya sebentar,ini juga lagi mau di lepasin kok” kataku sambil melepaskan ikatan tangannya cwe yg tadi siang aku culik dari sekolahannya itu. Setelah aku selesai melepaskan semua ikatannya itu,aku langsung membawa anaknya pak ridwan keluar dari dalam hutan.

“Makasih ya kamu udah nolongin aku..” katanya.

“Ngapain lo harus makasih sama gue,toh gue yg tadi nyulik lo” batinku.

“Iya sama-sama” balasku.

“Eh kalau boleh tau ngapain kamu di hutan malem-malem kayak gini? tanya cwe yg sedang berjalan bareng sama aku itu.

“Oh tadi aku sedang mencari obat-obatan herbal tapi ternyata di hutan ini nggak ada obat-obatan,terus aku denger suara kamu ya udah deh aku langsung lari buat mencari keberadaan suara itu eh ternyata kamu yg tadi teriak” kataku bohong.

“Eh btw nih,ngapain kamu di iket kayak gitu dan kamu kok bisa berada di dalam hutan ini. Di hutan inikan banyak hewan buasnya” kataku sambil berbosa-basi ria.

“Aku juga nggak tau,tadi siangkan ada yg jemput aku kesekolah gitu katanya sih sopir baru aku gitu,pas di pertengahan jalan karena aku kegerahan gara-gara ac mobil jip aku mati ya aku pakek tissu yg ada di depan aku itu. Eh pas aku gunaiin tissu itu buat ngelap muka aku itu,aku mencium bau obat bius,pas aku sadar tau-tau aku udah ada di dalam hutan ini” kata Cwe yg sedang aku ajak ngobrol itu.

“Oh kamu habis di culik itu,untung saja kamu ga dibunuh atau pun di jadikan pekerja sex komersial di daerah ini banyak anak-anak gadis seumuran kamu yg di culik dan di jadikan psk di deket-deket hutan sini,tapi kamu jangan khawatir atau takut sama aku. Aku bukan orang jahat,seperti yg aku ceritakan tadi” balasku.

“Iya aku percaya kok,itu mobil kamu ya?” ucapnya.

“Iya..”

“Oh iya dari tadi kita ngobrol kayak gini tapi belum kenal nama masing-masing,aku Sendy Ariani kalau kamu?” kata cwe yg sedang aku ajak ngobrol itu.

“Aku Rio,salam kenal ya” balasku sambil menyalakan mesin mobilku.

“Iya salam kenal juga rio” balas sendy.

“Eh kalau boleh tau rumah kamu dimana sen?, biar aku antarin kamu pulang” kataku.

“Rumah aku di kalibata,Jakarta”

“Wah jauh juga ya ternyata” ucapku.

“Lah emang ini dimana Yo?” tanya sendy.

“Ini di Jaya Pura,papua” balasku.

“Whattt!!, niat banget yg nyulik aku sampe ke papua” ucap Sendy kaget sambil meneteskan air matanya.

“Udah jangan nangis kamu,malam ini kamu bermalam di rumah aku aja” kataku sambil menjulurkan kotak tissu ke sendy.

“Iya,tapi yo pasti kedua orang tuaku cemas deh sekarang,kalau aku belum pulang seperti ini.. Apa lagi pacar aku yg disana itu pasti cemas banget deh yo sama aku” kata sendy sambil menghapus air matanya.

“Udah jangan nangis terus…udah nyampe di rumah aku nih. Yuk masuk dulu yuk” kataku sambil membuka gerbang depan rumahku.

“Iya…”

*-*

Saat aku sudah berada di dalam rumah,aku melihat anak-anak asuhku belum pada tidur,mereka semua malah pada asik nonton film anak jalanan sambil makan-makanam ringan yg tadi siang aku beliin buat mereka.

“Kalian belum pada tidur rupanya,malah pada nonton anak jalanan kayak gini,pergi tidur gih sana kalian semua” kataku sambil menyuruh sendy duduk di sofa.

“Kami nungguin kakak pulang,makanya kami semua belum tidur,itu siapa kak?”

“Oh,ini kak Sendy namanya dek..”

“hallo kak sendy..!!”

sapa hangat dari anak asuhku semuanya.

“hallo juga dek” balas Sendy sambil senyum.

“kak Sendy kok cantik banget ya kayak almarhum mamah aku dulu” puji Yupi dengan polosnya sambil mendekat ke sendy.

“Nama kamu siapa dek?” tanya sendy.

“aku yupi kak..”

“makasih dek yupi pujiannya,kamu juga cantik kok kayak kakak” balas sendy sambil nyium pipinya yupi.

“Hayo anak-anak kalian pada pergi tidur gih sana,besok kan kalian semua pada sekolah” ucapku.

“Baik kak..” balas mereka semua berjalan masing-masing ke arah kamar mereka.

“Sen,kalau kamu mau mandi itu disebelah sana kamar mandinya,kamar kamu itu di lantai dua belok kiri ya.” kataku.

“Iya rio makasih banyak ya” balasnya sambil senyum terus berjalan ke arah kamarnya.

Jam 24:00 wib,seperti biasanya yupi selalu nangis tiap malem,aku yg mendengar suara tangisannya yupi itu pun langsung berlari kearah kamarnya yupi yg di tiduri sama sinka. Yupi itu adalah anak yatim-piatu karena kedua orang tuanya telah tiada,dulu aku menemukan yupi saat aku sedang beristirahat di taman,ketika itu yupi dan sinka datang kepadaku dengan baju yg sangat lusuh,pada hari itu juga aku mengangkat mereka berdua menjadi angkatku beserta anak-anak jalanan lainnya.

“Kamu kenapa yupi sayang,kamu lapar ya?” aku sambil mengendong yupi sampai di ruang tengah.

“Iya kak,yupi laper..” balasnya sambil mengigit jarinya.

“Yaudah kamu makan apa,biar kakak bikinin kamu makanan?”

“Ayam goreng kak,yupi pengen makan ayam goreng” dengan nada manjanya yupi pengen turun dari atas bahuku,aku pun langsung menurunkan yupi diatas sofa yg nan empuk. Di Jakarta,kedua orang tuanya sendy belum bisa tidur gara-gara anak semata  wayangnya belum pulang kerumah seharian ini. Nyokapnya sendy panik sampai-sampai nangis dan tanya ke temen-temennya sendy tak lupa juga pacarnya.

“Nak anto,anak tante sama kamu seharian ini nggak?” tanya Nyokapnya sendy ke anto by telphone.

“Nggak tante amel,emang sendy kenapa tante?” bales anto.

“Anak tante seharian ini nggak pulang ke rumah to” kata maminya sendy.

“Hah apa seharian ini. Calon istri anto itu nggak pulang ke rumah tan?” Anto terkejut mendengar calon istrinya itu seharian nggak pulang ke rumah.

“Iya nak anto,tolong bantu cari anak tante ya nak anto” kata nyokapnya sendy.

“Iya tante…” balas anto sambil menutup sambungan telphonennya.

“Kemana sih kamu sen,mama sama papa khawatir banget sama kamu tau.” kata maminya sendy sambil mengigit gagang telphone rumah.

“Siapa yg nelphone tadi sayang?” tanya cwe di sebelahnya anto.

“Itu tuh sayang nyokapnya sendy nelphone aku katanya sendy nggak pulang ke rumah gitu” balas Anto melingkarkan lengan bahunya diatas tengkuk cwe yg bernama Dena Siti Rohyati itu.

“Nggak usah peduliin si Sendy itu sayang,toh kamu juga sayangnya sama aku kan?” kata dena sambil memeluk anto dari samping.

“Iya dena sayang,aku juga udah nggak perduli lagi sama sendy,toh aku sekarang pedulinya sama kamu yg manis nan imut-imut ini” balas anto sambil membalas pelukannya dena pacarnya itu.

*-*

“Gimana ayam goreng buatan kakak,enak nggak dek?” tanyaku sambil menyalakan tv.

“Iya kak,enak banget. Lain kali masakin yupi lagi ya kak” balas yupi sambil terus me makan-makanannya. Tanpa aku sadari semua anak asuhku melihat yupi yg sedang manja-manjaan denganku,secara sepihak semua adik-adik angkatku juga cemburu ketika yupi cari perhatian lebih dariku.

“Mentang-mentang si yupi masih kecil,yupi di kasih perhatian lebih seperti itu. Sedangkan kita nggak,dasar yupi anak kecil nyebelin,kita kerjaaiin saja yupi ketika yupi tidur gimana. Apa kalian setuju denganku?” kata Melody

“Kita semua setuju kak mel..”balas anak-anak yg lainnya.

Setelah yupi selesai makan malam,yupi langsung aku gendong kembali ke lantai dua,dan aku tidurkan di sebelahnya Sinka. Saat aku sudah kembali ke kamarku,anak-anak lainnya datang ke kamarnya yupi sama sinka,yupi di jambak rambutnya sama nadila,dan di caci maki oleh anak-anak lainnya.

“Heh kamu anak kecil yg sok kecentilan,dengerin ucapan gue ye,lo itu jangan sok cari perhatian lebih di depannya kakak Rio,kak Rio itu punya kita,lo nggak boleh cari perhatian lebih sama kakak Rio,lo ngerti nggak!!” kata Shanju membentak-bentak yupi.

“Aku ngerti kak,maafin yupi kak” balas yupi sambil menangis pelan-pelan agar tidak kedengeran olehku.

“Bagus kalau lo ngerti,yuk kita tinggalin saja anak kecil ini disini sendirian,sinka lo tidur bareng gue” ucap melody sambil menjatuhkan Yupi ke lantai. Mereka semua pun langsung pergi dari kamarnya yupi.

“Apa salah yupi sama mereka semua,sampai-sampai mereka semua memperlakukan yupi seperti ini. Emang salah apa kakau yupi cari perhatian lebih sama kakak rio” tangis yupi sambil bicara dalam hati. Pagi harinya saat semua adek angkatku mau berangkat ke sekolah,mereka semua aku suruh baris di depan ruang keluarga. Nggak seperti biasanya aku bariskan mereka semua di depan ruang keluarga kayak gini,tadi pagi saat aku sedang masak di dapur,sendy menghampiriku dan membisikan sesuatu kepadaku soal yg tadi malem terjadi sama adek terkecilku itu.

“Siapa yg tadi malem buat yupi nangis,jawab!!” bentakku ke mereka semua.

Mereka semua yg pada saat itu ketakutan mereka pun maju satu persatu kedepan.

“Kenapa kamu lakukan semua ini ke yupi hah?”

“Maaf kak,aku ngelakuiin ini semua ke yupi karena,aku nggak ingin jika kakak sayangnya sama yupi saja bukan sama kita-kita…”

“Betul kak betul,kami nggak ingin jika yupi dapet kasih sayang lebih dari kami-kami ini kak” timpal michelle.

“Dengerin ya adek-adek kakak yg cantik-cantik,kakak tau kok kalian semua iri dengan yupi yg dapet perhatian lebih dari kakak,tapi asal kalian tau ya. Kakak itu nggak ngebeda-bedaiin kalian dengan yupi kok,kasih sayang kakak,kakak bagi ke kalian semua bukan sama yupi doank. Jadi kalian harap maklum ya,yupi kan masih kecil ya wajarlah kalau yupi cari perhatian lebih dariku. Udah sekarang kalian semua jangan musuhin yupi ya,minta maaf gih kalian semua sama yupi” kataku.

“yup,maafin aku ya  kalau tadi malem aku ngejambak rambut kamu..” kata nadila sambil meminta maaf ke yupi.

“Iya kak,yupi udah maafin kalian semua kok,maafin yupi juga ya kalau yupi punya salah sama kakak-kakak semua” balas yupi sambil berpelukan dengan anak-anak yg lainnya.

“Iya dek sama-sama”

Setelah itu mereka semua aku anterin ke sekolah menggunakan bus pariwisata bertingkat,ya kali mau nganterin adik-adik angkatku menggunkan mobil mana muat lah.

Sesampainnya di sekolahan mereka semua,aku pun langsung balik ke rumah buat ngejaga yupi yg umurnya baru saja 6 tahun,jadi yupi belum sekolah. Setibanya aku di rumah yupi sudah di ajak jalan-jalan sama sendy mengelilingi komplek perumahan sekitar.

“Habis dari mana nih,kok kelihatannya capek banget?”

“Anu kak,tadi yupi habis diajak jalan-jalan donk sama kakak cantik,terus tadi yupi dibeliin juga es krim sama kakak cantik donk” balas yupi dengan sangat polosnya.

” emm…kakak minta donk es krimnya”

“Tak usah ya,beli aja sendiri sana wleee” kata yupi sambil menjilati es krimnya terus masuk kedalam rumah.

“Hahahaha…Anak itu lucu banget ya yo,sampe bikin aku ketawa kayak gini” kata sendy sambil memperhatikan jalannya yupi.

“Iya sen,aku juga terkadang gemes sendiri lihat tingkah laku yupi sama anak-anak yg lainnya itu” balasku sambil memarkirkan bis pariwisata di sebelah rumah,kalau di masukin kedalam rumah nggak muatlah gimana sih kamu,kadang-kadang deh otaknya.hahaha.

Di dalam rumah,sendy hanya membantuku buat membersihkan bajunya anak-anak di belakang rumah dan yupi hanya asik sendiri dengan tayangan animasi kartun kesayangannya yg di tampilkan di tv hari ini. Bau ompol dan lain-lainnya yg gue harus hadapi setiap harinya,biasanya yg selalu ngompol di kasur itu kalau nggak yupi,kalau nggak juga Sinka,maka dari itu kalau ada waktu luang aku ajak mereka berdua ke kebun buat nangkap capung,terus kalau udah dapet aku tempelin capung di pusar mereka berdua,kono kata orang tua zaman dulu itu buat ngilangin kebiasaan buruk kalau ngompol.

Setelah aku dan sendy mencuci bajunya anak-anak,aku langsung merebahkan diri di sofa dan di sebelahku ada yupi yg sedang tidur sambil ngedot botol susu coklat kesukaannya itu.

“Eh kamu udah berapa lama ngasuh yupi dan lainnya itu,kok kelihatannya kamu sayang banget sama mereka semua itu. Padahal mereka semuakan bukan adik kamu sendiri”

“Iya sih,mereka semua memang bukan adik aku sendiri tapi mereka semua udah aku anggap adik-adik kecilku sendiri,ya walau pun ada suka dukanya sih. Dulu sebelum aku ngadopsi mereka semua,hidup aku di penuhi dengan kesedihan dan kesepian,sekarang kehidupanku di penuhi dengan kecerian dan kebahagian berkat mereka semua ini” kataku sambil membelai rambutnya yupi pelan-pelan.

“Wah kamu emang baik yo,walau pun aku baru sehari kenal sama kamu tapi aku kayak kenal kamu udah lama yo,syalut aku sama kamu” ucap Sendy dalam hati sambil berjalan kearah dapur. Saat sendy sedang ada di dapur,aku  langsung mengangkat telphone dari seseorang itu.

“Iya-iya bawel,entar kenapa,gue lagi sibuk nih.Cari orang lain sana buat nyulik orang,gue udah berhenti dari kerja seperti itu” balasku sambil menutup sambungan telphone segera ketika sendy berjalan kearah ruang keluarga sambil membawa puding buatannya itu.

“Telphone dari siapa tadi?” tanya Sendy.

“Dari temen tadi,katanya mau ngajakin aku main futsal,aku tolak karena aku sibuk ngurusin adik-adiku itu” balasku.

“Oh,kamu main futsal aja sana sama temen-temen kamu,biar mereka semua aku yg urus” kata Sendy.

“Makasih sendy,tapi aku ga suka main futsal,trauma pernah kekilir dulu kaki aku” balasku sambil makan puding diatas meja.

“Hoaaamm…!!!”

“Eh adek kakak udah bangun rupanya,gimana enak tidur siangnya dek?” kataku.

“Enak banget kak,aku tadi ngimpi yg sangat bahagia banget loh kak?” kata Yupi.

“Kalau boleh kakak tau,emang kamu tadi ngimpi apa?” tanyaku.

“Aku tadi lihat kak Sendy sama kakak nikah terus punya anak dua yg sangat manis gitu kak” ujar yupi dengan sangat polosnya.

Sendy yg mendengar ungkapannya yupi itu hanya tersipu malu,kedua pipinya sendy memerah sambil sendy menundukan kepalanya itu.

“Huss!!!..Jangan ngawur kalau kamu ngomong dek,kakak sendy tuh udah punya pacar tau di jakarta sana,masa ya kak sendy nikah sama aku,kalau kak sendy nikah sama aku terus perasaan pacarnya kak sendy di jakarta itu kayak gimana dek?” kataku.

“Eh iya ya,benar juga omongannya kakak,gimana perasaannya pacarnya kak sendy,kalau kak sendy nilah sama kakak ya?”

Malem pun datang,sebelum maghrib tiba aku pergi keluar rumah sebentar buat membelikan sendy tiket pulang kembali ke kota asalnya itu. Aku nggak tega ngelihat sendy terus-terus menderita hidup bersamaku dan juga dengan adik-adik angkatku itu. Kemaren malem sebelum sendy tidur,aku lihat sendy memandangi langit yg pada malam itu di penuhi dengan bintang-bintang. Dan bicara soal dia kangen dengan kedua orang tuanya dan juga dengan pacarnya itu. Maka dari itu sebelum malam menjelang aku kasihkan tiket itu ke sendy agar sendy pas nyampe di jakarta sudah pagi jam 3 nan bukan malam.

“Sendy kesini sebentar deh” panggilku.

“Ada apa yo,kamu manggil aku?” tanya sendy sambil menghampiriku yg pada saat itu sedang main bersama anak-anak di ruang tengah sedangkan sendy pada saat itu sedang ada di dapur masak makan malam.

“Nih buat kamu” kataku sambil menyerahkan sebuah angklop putih ke sendy.

“Apaan ini isinya?”

“Udah buka aja..” kataku.

“Wah…Makasih ya rio,kamu memang cwo baik yg aku pernah kenal” ucap sendy kegirangan sambil memeluku seketika itu juga pas sendy tau kalau isi dari angklop putih itu adalah sebuah tiket pesawat ke jakarta.

“Ehemm…ehemm…Kak Rio,Kak Sendy cieeee” kata mereka semua kompak.

“Husss masih kecil udah tau orang pacaran,husss ajaran dari mana itu”

Seketika itu juga sendy langsung melepaskan pelukannya dariku dan langsung tertunduk malu di sampingku. Setelah sendy selesai membenahi barang-barangnya aku langsung membantu sendy membawa koper-kopernya ke depan teras rumah.

“Kak sendy mau kemana?” tanya Nadila dan anak-anak lainnya.

“Adek-adek manis,kakak mau pulang kerumah kakak ya.” balas sendy sambil jongkok dan mengelus-elus kepalnya nadila.

“Kakak ga boleh pergi dari sini kak,kalau kakak pulang ke rumah kakak terus yg masakin dan ngejagaiin kita siapa kak?” kata anak-anak sambil memeluk badannya sendy.

“Udah donk dek,kalian jangan nangis kayak gini donk,kakak janji sama kalian pas liburan sekolah nanti kakak dateng berkunjung kesini lagi” kata sendy sambil membalas pelukan mereka semua.

“Pokoknya kakak ga boleh pulang,kakak harus disini sama yupi pokoknya” kata yupi meganggin kakinya sendy sebelah.

“Udah donk kalian kak sendynya capek tuh gara-gara kalian pegangin kakinya kayak gitu,biarin aja kak sendy balik ke jakarta toh juga pas kak sendy libur sekolah juga balik ke sini buat main sama kalian lagi,entar kalau kak sendy ga pulang. Orang tuanya kak sendy khawatir gimana,biarin kak sendy pulang ya”  ujarku.

” iya deh,tapi kak sendy harus janji sama kita,kalau kak sendy harus balik lagi kesini pas liburan sekolah ya” ucap Shania.

“Iya kak sendy janji sama kalian,kak sendy bakalan dateng kesini lagi pas sekolahan kak sendy libur” balas Sendy memasukan kopernya kedalam mobil,setelah sampai bandara dan pesawat yg akan membawa sendy balik ke jakarta pun lepas landas bersama sendy yg sudah berada di dalamnya. Jam 4:30 wib, sendy nyampe di jakarta. Setibanya di kota metropolitan itu sendy langsung pulang ke rumahnya.

Tokk!!

Tokk!! 

Tokk!!

“Iya sebentar..” kata nyokapnya sendy sambil berjalan kearah depan pintu rumah,ketika nyokapnya sendy sedang membukakan pintu rumah alangkah terkejutnya tamu yg sangat penting ini.

“Sendy,pah anak kita udah pulang nih!!” teriak nyokapnya semangat dengan penuh kesenangan karena anak semata wayangnya pulang kerumah dengan selamat. Setelah tiga hari tiga malam nggak pulang ke rumah.

“Anak papah pulang rupanya,kemana aja kamu sen,kamu kok nggak pulang-pulang ke rumah,papa sama mama cemas tau sama kamu sayang” kata Bokapnya sambio memeluk anaknya beserta istrinya juga.

“Ceritanya panjang pah,kalau di ceritaiin nggak akan selesai-selesai yg penting sendy pulang kerumah dengan selamatkan pah” balas sendy.

“Hmm yaudah kalau kamu nggak mau nyeritaiin sama papa dan mama ya penting anak mama udah pulang”

“Iya mah,sendy istirahat dulu ya mah. Sendy lelah banget nih” ucap Sendy ke orsng tuanya.

“Iya sayang,kamu istirahat dulu sana. Kalau udah bangun ntar makan siang sama papa dan mama di meja makan ya”

“Iya pah..” balas sendy sambil masuk kedalam kamarnya.

Di tempat lain yg sangat romantis anto dan dena sedang mesra-mesraan di sebuah kafe milik dari bokapnya dena sendiri,memang dena itu cwek yg sangat cantik dan tajir maka dari itu anto suka sekali dengan dena, berbanding terbalik dengan sendy yg keluarga sederhana tapi ayahnya adalah seorang pejabat yg sukses di Jakarta.

Anto jarang ketemuan sama sendy atau pun jalan bareng sama sendy karena bokapnya sendy nggak suka sama anto,di lihat dari mukanya aja anto adalah tipe-tipe cowo matrealitis yg mementingkan harta bukan perasaan cinta. Setelah Sendy selesai beristirahat di kamarnya, sendy langsung di ajak makan siang bareng sama orang tuanya itu.

“Eh sen,gimana hubungan kamu sama nak anto itu. Apakah hubungan kalian berdua baik-baik aja?” tanya Nyokapnya saat Sendy sedang makan.

“Baik-baik aja mah,emang kenapa mah mama kok nanyaiin gitu ke sendy?” balas sendy.

“Gak apa-apa,mama kan cuman mau nanya aja,emang nggak boleh.”

“Ya boleh sih mah,tapi bikin drop sendy aja” kata sendy.

“Lebih baik kamu itu putusin aja tuh anto,papa ga suka ngelihatnya. Papa punya firasat ga baik soal anto,anto itu paling-palingan cuman manfaatin kamu aja buat kepentingan diri sendiri,putusin aja tuh pacar kamu. Papa ga suka kalau kamu sampe nikah sama orang item macam dia” kata bokapnya sendy.

“Ga akan sendy putusin pah,sendy udah terlalu sayang bange sama anto dan sendy yakin omongan papah itu ga bener,mana mungkin pacar sendy itu ga mikirin masa depan sendy ga mungkin” kata sendy.

“Yaudah kalau ga percaya sama omongan papah,kalau saat kamu disakitin sama pacar kamu itu jangan bilang papa,kalau papa nggak bilangin kamu ya”

Setelah sendy dan keluaga selesai makan siang, sendy langsung menelphone pacarnya itu karena tiga hari belakangan ini. Sendy kangen banget sama orang yg disayanginya itu.

“Kangen?…” dengan nada penuh manjanya sendy,sendy bilang seperti itu kepacarnya.

“Aku juga kangen sayang,emm kamu tiga hari belakangan ini kemana aja. Aku cariin kemana-mana nggak ketemu?” balas Anto.

“Oh tiga hari itu aku lagi di papua sayang,lagi belibur hehehe..” balasnya

“Lah kenapa belibur kok diem-diem gitu nggak ngasih tau orang tua kamu terutama sama aku lagi, apa jangan-jangan kamu punya selingkuhan ya di luar sana?”

“Enggal tau sayang,aku tuh cuman punya kamu aja tau,kan aku sayang dan cintanya sama kamu aja nggak ada yg lain kok sayang, masa aku pernah boong sama kamu,nggak kan?” bales Sendy.

“Yaudah deh aku percaya…”

“Ketemuan yuk sayang?” ajak sendy.

“Emm…Anu-anu…Aku lagi sibuk sayang,lain kali aja ya ketemuannya. Maaf ya sayang” balas anto gelagapan.

“Emmm iya deh…” dengan rasa kecewa yg sangat sendy langsung memutus sambungan telphone dengan anto.

“Itu pasti sendy lagi kan sayang?” tebak Dena.

“Iya sayang…”

“Ngapain tuh cwe sok kecakepan nelphonenin kamu terus sayang?” tanya dena

“Katanya sih ngajakin ketemuan gitu,tapi aju balas nggak bisa karena lagi sibuk aja gitu,iya sibuk menyayangi kamu” balas anto sambil ngegombalin pacarnya itu.

“Apaan sih sayang,bikin malu aku aja deh kamu…”kata Dena malu-malu sambil ngegeplak bahunya anto.

Sendy yg pada saat itu sangat jenuh dirumah,langsung memutuskan untuk ngopi-ngopi cantik di kafe yg biasanya di datengin sama sendy dan anto dulu tapi sekarang anto jarang sekali mengajak sendy buat ngopi di kafe tempat pertama kali mereka kenal dan jadian dulu. Pada saat sendy sudah masuk ke dalam kafe (9999) *merk nama kafe disamarkan* Dari arah pojok samping kafe,sendy melihat cowo yg tak asing baginya itu sedang mesra-mesraaan dengan cwe lain yg lebih cantik darinya itu. Saat itu juga sendy kesal dan marah juga terhadapa anto,Sendy langsung melabrak anto di pojok kafe (9999) itu.

“Oh jadi gini ya kamu sayang,di ajak ketemuan bilangnya lagi sibuk,tapi sibuk selingkuh dari aku. Kamu tega sama aku!!” tangis sendy sambil mengampar pipinya anto.

Plakkk!!!

“Apa-apaan sih kamu,main gampar pipi aku kayak gini,emang salah aku apa toh papa kamu juga nggak suka kalau aku pacaran sama kamu gitu. Dasar cwe lemah,cengeng,manja,anak papa…”, ejek anto sambil membalas gamparannya sendy tadi itu.

Plakkk!!!

“Aku mau sekarang kita putus,aku benci sama kamu,kamu udah jahat banget sama aku”

“Oke kita putus,lagian siapa juga yg mau pacaran sama cwe lemah,kampungan dan anak papa kayak kamu itu. Yuk kita pergi dari sini aja sayang,kita tinggalin aja cwe cenggeng ini” kata anto sambil beranjak dari duduknya dan mengandeng tangan pacarnya.

“Iya sayang,anto itu sayangnya sama gue bukannya sama cwe lemah kayak lo itu” balas Dena sambil ngedorong sendy kebelakang sampe jatuh.

Di papua sana,adik-adik angkatku pada marah semua sama aku karena aku membiarkan sendy untuk pulang ke jakarta sana. Semua adik angkatku itu mogok makan dan nggak mau ngomong lagi sama aku gara-gara aku ga menahan sendy untuk pulang ke jakarta.

“Oke mau kalian sekarang apa?” kataku yg putus asa gara-gara adik angkatku yg rewel minta kak sendy balik lagi ke papua.

“Kita mau kalau kakak bawa kita semua buat ketemu lagi sama kak sendy,kalau nggak dikabulin permintaan kami itu. Kami nggak akan pernah lagi bicara sama kakak..(titik).” kata Melody.

“Oke-oke akan aku turutin permintaan kalian oke,sekarang kalian makan malam dulu sana” kataku.

“Yeeeee… Makasih kak rio.” ucap adik angkatku pada jingkrak-jingkrakan sendiri.

Di dalam kamarnya sendy,Sendy sedang menangis dan menahan rasa sakit yg dideritanya gara-gara satu cowo yg paling di cintainya itu.

“Kenapa kamu tega ngelakuiin ini semua sama aku to,kenapa kamu tega ngelakuiin ini semua. Apa salahku hingga kamu tega nyakitin aku kayak gini..”ucap sendy dalam hati sambil menangis dan memeluk gulingnya. Seketika itu juga FlashBack Masa-masa dimana Sendy sedang ngebantuiin aku nyuci baju itu terlintas di benaknya Sendy,masa-masa yg sangat romantis terpampang jelas di benaknya sendy. Sendy yg menyadari hal itu hanya mencoba menghapus kenangan-kenangan yg singkat denganku itu. Pikiran sendy saat ini sedang kacau balau, sendy tidak lagi memikirkan tentang cwo tapi sendy tidak bisa menghapus kenanganku itu.

“Kenapa sih kenangan itu nggak bisa aku lupaiin,masih aja ngelintas di pikiranku kayak gini” batin sendy sambil menghapus linangan air mata yg sudah membasahi pipinya itu.

Pagi harinya tiba,Sendy yg sudah siap untuk berangkat sekolah itu langsung dihantarkan ayahnya nyampe di depan gerbang sekolahannya. Saat sendy sedang berjalan masuk kedalam kelasnya, sendy melihat anto sedang mesra-mesraan dengan dena. Dengam perasaan yg masih ada sama anto,sendy langsung menghampiri anto untuk meminta maaf soal yg kemaren.

“Apa lo cwe bodoh dateng-dateng kesini,mau cari ribut lagi lu sama gue?”kata anto sinis.

“Ngga-ngga,maksut aku ngehampiri kalian itu aku mau minta maaf sama kalian soal kemaren..” kata Sendy

“Gue ga butuh minta maaf dari lo,sekarang lo pergi dari sini nggak cwe bodoh” bentak anto sambil mendorong sendy kebelakang hingga sendy terduduk dilantai. Perasaan sedih dan sakit itu memang pasti dialami oleh sendy,y mau bagaimana lagi nasib sudah ada yg ngatur.

Anto langsung mengajak pergi dena dari dalam kelas,sendy yg pada saat itu masih terduduk di lantai langsung di bantu temen-temennya.

“Yg sabar ya sen…” kata Kinal sambil membantu sendy bangun dari atas lantai.

“Iya kak,makasih. Lagian aku kuat kok kak..” balas sendy sambil senyum tipis,tapi dalam hati. Hatinya sendy masih sakit gara-gara kelakuannya anto itu. Saat sendy sudah sampai dirumah,sendy hanya terduduk lesu di pinggiran jendela kamarnya di lantai dua.

“Apa aku suka sama dia ya?…” ucap sendy dalam hati.

“Ah masa aku suka sama dia sih. Lagian aku juga baru kenal sama dia..” kata sendy lagi sambil memandangi langit yg sangat cerah pada siang hari ini.

Ting!!

Tongg!!

“Cari siapa ya mas?” tanya nyokapnya sendy sambil membuka pintu.

“Apa benar ini rumahnya Sendy Ariani?”

“Iya benar,masnya siapa ya?” balas nyokapnya.

“Saya temennya tante..”kataku.

“Oh temennya anak tante toh rupanya. Ayo silahkan masuk dulu kalau gitu” kata nyokapnya sambil mempersilahkan aku dan adik angkatku masuk kedalam rumahnya.

“Duduk dulu mas dek,biar tante panggilin anaknya tante itu” kata nyokapnya sendy mempersilahkan kami duduk sambil berjalan ke lantai dua.

“Iya tante..” balas melody.

*-*

“Sayang,ada temen kamu tuh di bawah temuiin dulu gih sana” kata nyokapnya.

“Iya mah..”

Saat Sendy baru turun dari tangga alangkah terkejutnya ketika sendy melihat aku dan semua adik angkatku sedang duduk di sofa rumahnya itu.

“Kak Sendyy,kami kangen kak sendy…!!” kata anak-anak sambil berlari kearahnya Sendy lalu memeluknya.

“Iya kakak juga kangen kalian kok” balas Sendy mengelus-elus kepala anak-anak.

“Kamu kapan datangnya dan kamu tau alamat rumah aku dari mana?”

“Aku dan anak-anak kemaren baru nyampe di Jakarta dan aku langsung mencari alamat rumah kamu dari sekolahan kamu” kataku.

“Lah kamu emang tau sekolahan aku darimana?” kata Sendy yg masih bingung dengan perkataanku.

“Hellow..kamu lupa ya,kan kamu sendiri yg pernah cerita sama aku kalau kamu sedang menempuh pendidikan di SMA 48 PGRI Jakarta,lupa ya?”

“Eh iya ya,hehehe…”

“Sayang bantuiin mama di dapur donk” seru nyokapnya sendy.

“Iya mah bentar..” kata sendy.

“Aku kedapur dulu ya yo.”

“Iya sen,hati-hati ya.”balasku.

“Hati-Hati? Emang jalanan apa harus hati-hati. Ini rumah tau”

*-*

“Silahkan diminum dulu mas,adek-adek sekalian” kata nyokapnya sendy sambil menaruh minuman diatas meja,begitu juga dengan sendy yg membantu ibunya buat ngelayanin kami semua itu.

“Makasih Tante,Makasih kak Sendy..” kata anak-anak bebarengan.

“Iya sama-sama sayang” kata Sendy.

Di dapur,Sendy sedang diajak ngobrol ibunya sebentar perihal soal aku membawa anak-anak sebanyak itu bertamu ke rumahnya itu. Sendy pun langsung menceritakan semua tentang anak-anak yg aku bawa bertamu itu ke rumahnya. Dan ibunya Sendy hanya bengong saja sambil melongo.

“Wah temen kamu emang hatinya mulia banget sen,nggak nyangka mama ini” kata nyokapnya Sendy.

“Iya mah,dulu aja aku ga percaya sama kayak mamah ini tapi sekarang aku percaya”

Setelah berbincang-bincang sebentar dengan ibunya itu. Sendy langsung menemuiku kembali di ruang tengah,aku yg pada saat itu sedang asik ngegendong yupi,karena yupi sedang tidur siang kalau jam 2’an kayak gini.

“Maaf ya lama nungguinya,tadi ada urusan bentar sama mama aku di dapur” kata Sendy sambil duduk di sofa.

“Iya gak apa-apa sen..” balasku.

“Eh yupi tidur ya?”

“Iya..”

“Bawa yupi ke kamar aku aja yo,biar si yupi tidur di kamar aku” kata Sendy,aku pun langsung mengasihkan yupi ke sendy untuk di bawa sendy ke kamarnya.

“Kak sendy,kak sendy,kenalin aku sama pacar kak sendy donk” kata Sinka.

Tapi sendy hanya memurungkan wajahnya..

“Huss..sinka nakal ya,jangan lancang gitu kalau ngomong ya” kataku.

“Maaf kak..” kata Sinka sambil menunduk.

“Gak apa-apa sinka…” kata Sendy sambil memegangi pipinya sinka.

“Emm Rio,ikut aku bentar deh…” kata Sendy sambil menarik tanganku kebelakang rumahnya.

“Ada apa sen?” tanyaku.

“Kamu udah punya pacar belom?”

“Whats?..Gila bener ini cwe masa lo mau pacaran sama orang yg udah nyulik lo dulu” batinku.

“Kalau udah kenapa,kalau belom kenapa?” jawabku asal.

“Ya nggak apa-apa sih..”

“Oh..”

Saat Sendy sedang keluar rumah,di sebuah taman bunga yg sangat indah seorang bapak-bapak paruh baya sedang berdiri melihat anaknya pejabat yg menjadi musuh utamanya itu. Alias orang yg dulu pernah bayar aku buat menculik Sendy itu.

“Eh itukan anaknya pak ridwan,kampret bener tuh Rio. Gua di kadalin bener-bener,awas aja lo,gua bakalan balas perbuatan lo..” ucap Pak Ical dalam hati.

Di dalam hotel berbintang,aku sedang asik main monopoli dengan anak-anak lainnya saat handphone aku berdering keras. Dan saat aku tau siapa yg menelphone aku langsung saja aku riject aja,pasalnya yg menelphone aku tadi itu adalah Frieska anak dari pak Ical yg pernah jadi korban penculikanku tapi nggak sampe sebulan aku udah lepasin karena anaknya ical itu bawelnya minta ampun,maka dari itu aku lepasin saja. Di suatu pagi ketika sendy sedang mengajak jalan anak-anak dari arah belakangnya sendy seorang lelaki misterius yg memakai topeng hitam sedang membekap mulutnya sendy. Melody yg pada saat itu di depannya Sendy itu langsung berteriak keras dan seketika itu juga aku langsung menoleh kebelakang.

Oy siapa lo,lepasin nggak cwe yg sedang lo bekap itu” kataku sambio menyuruh anak-anak buat mundur kebelakang.

“Lo ga usah tau siapa gue,yg penting gue kenal sama lo” kata orang itu sambio menodongkan pisau di samping lehernya sendy.

“Lo ical kan yg dulu pernah nelphone gue buat nyulik dia” kataku.

“Nah itu tau loo,kalau ini gue..”

Sendy yg pada saat itu kaget ketika mendengar siapa yg menculiknya dulu langsung menangis saja. Selamgkah demi selangkah aku maju kedepan untuk menolong Sendy dari cengkraman tangannya ical yg haus akan tahta.

“Sekali lagi lo maju kedepan,semakin dekat juga lo akan ngelihat cwe ini mati” kata ical.

Jeprettt!!!

Taggg!!!

Suara slepetan ketapel dari arah belakang dan ternyata yg nyelepet ical itu adalah Yupi yg sedari tadi membawa mainan kesukaannya.

“Auuuu….sialan tuh bocah,gua akan bunuh lo juga bocah” kata ical sambil melemparkan satu pisaunya ke arahnya yupi,aku yg pada saat itu sigap langsung mengarahkan batu kecil kearahnya yupi.

Tanggsss!!

Jeprett!!

Jeprett!!

Yupi kembali lagi menyelepet ical menggunakan slepetannya. Saat ical sedang kendor cengkaramannya dari sendy,aku langsung menghajar ical di perutnya.

Bugggzz!!

Tiga kali jump strike-upper cut-handcut langsung dapet mengalahkan ical yg pada saat itu juga langsung pingsan terkapar. Sendy yg pada saat itu sudah selamat langsung aku hampiri dia,tapi sendy malah lari menghindar dariku. Saat malam tiba,aku di kejutkan akan kedatangan dua orang perwira polisi yg menjemputku atas kasus aku menculik seorang gadis SMA yg masih labil. Dalam hati aku sudah tau siapa yg melaporkanku ke polisi,tapi adik-adik angkatku mencoba menahan kedua perwira polisi itu agar tidak membawaku,tapi usaha adik-adiku itu sia-sia saja. Polisi langsung memasukanku kedalam sel penjara yg beralaskan lantai dan dinding sebagai penahan dinginnya.

“Kamu udah ngecewaiin aku banget yo,padahal aku udah suka sama kamu tapi kamu malah ngecewaiin aku gini. Aku benci sama kamu yo..” kata Sendy dalam hati sambil menangis di platfom atas rumahnya. Pada saat itu juga adik-adiku datang kerumahnya Sendy buat untuk menolongku keluar dari penjara tapi Sendy hanya acuh saja dan langsung menutup pintu rumahnya.

“Kalau kak Sendy nggak mau ngebantuiin kami buat ngebebasin kakak tersayang kami dari penjara,kami semua akan tidur di teras rumahnya kak sendy sampe kak sendy mau keluar dari dalam rumah dan langsung membantu kami semua buat ngebebasin kakak kami” kata Melody dan yg lainnya. Tapi Sendy hanya diam saja dan melihat adik angkatku sedang duduk di depan teras rumahnya itu. Hujan datang menguyur kawasan kalibata,tak kala pula adikku yg masih duduk-duduk saja di depan terasnya rumahnya itu langsung bertriak-triak untuk membebaskanku dari penjara,dengan rasa kesalnya sendy langsung membukakan pintu rumahnya dan langsung menyuruh anak-anak masuk kedalam rumahnya itu.

“Kalian itu ngeyel sekali sih jadi orang,toh rio juga bukan kakak kandung kalian,ngapain juga kalian ngebantu orang sejahat dia itu” kata Sendy sambil mengasihkan handuk satu persatu ke adiku yg sekarang sudah mulai mengigil kedinginan.

“Memang kak Rio itu bukan kakak kandung kami semua tapi kak Rio itu bagian terkecil dari keluarga kita yg pernah menghilang dulu,jadi kalau kak sendy ngejelek-jelekin kakak aku itu. Aku nggak akan segan-segan buat ngehajar kak sendy” kata yupi sambil melotot ke Sendy,Sendy hanya diam sesaat dan langsung memutuskan untuk mengeluarkanku dari penjara.

“Makasih ya sen,kamu udah mau ngebebasin aku dari dalam tahanan penjara” kataku.

“Jangan berterimakasih kepadaku,berterimakasihlah sama adik-adik kecilmu ini” kata Sendy sambil senyum.

“Makasih ya adek kakak yg cantik-cantik nan imut-imut ini”

“Iya kak rio sama-sama…” balas mereka semua sambil memeluku. Sendy yg melihat anak-anak itu memeluku dengan penuh kebahagian itu,sendy pun ikut terharu juga sampe-sampe air matanya menetes di pipinya.

“Sendy kamu mau kan maafin aku?”

“Iya rio,aku udah maafin kamu kok,lagian itu semua bukan sepenuhnya salah kamu. Itu semua salahnya pak ical yg mengincar jabatan ayah aku dengan cara yg kotor seperti ini” kata Sendy sambil memeluku.

“Kak lioo…” panggil Yupi.

“Iya dede yupi,ada apa ya?” tanyaku sambil jongkok di depannya yupi.

“Kak lio pacaran ya sama kak sendy kok pakek pelukan segala kayak gitu,hayoo kak Rio pacaran nih” ucap yupi yg mengetjutkan kami berdua.

“Eh hehehe..”

“Husss…Usil aja nih yupi,biarin aja kalik dek,lagian kak rio kan pantesnya sama kak sendy ya nggak nju?” kata lidya.

“Iya,lagian kenapa nggak sekalian jadian aja sih kak,kan udah sama-sama cocok gitu” timpal Shania. Aku dan Sendy hanya malu-malu saja saat anak-anak yg lainnya pada ngomporin kamo berdua seperti itu.

“Kak sendy jadian donk sama kakak aku itu,biar aku ada yg nemenin tidur” kata yupi sambil memeluk kakinya sendy.

“Gimana nih yo,adik-adik kamu nih?” bisik Sendy ketelingaku.

“Udah kita jadian aja,lagian aku juga udah sayang dan nyaman banget kalau aku deket-deket sama kamu gini”balasku berbisik.

“Iya aku juga gitu kok,jadi sekaramg kita jadian nih? Tapi kalau kita pacaran kamu tinggalin pekerjaan kamu itu ya. Aku ngga suka jika calon suami aku itu seorang penculik cinta” kata Sendy sambil mencium pipiku di hadapan anak-anak.

Cuppzzz!!!

“Cieee kak rio,kak sendy cieee,jadi sekarang udah resmi pacaran nih..” kata semua adik angkatku.

“Iya….”

+The Ends+

Alhamdulilah selesai juga Fanfictionku yg satu ini. Kalau masih ada kata atau tutur bahasa yg masih salah mohon dimaklumin saja,namanya juga anak kecil yg hilang kasih akan kasih sayang dari pacar. Sekian dan trimakasih….hehehe-_-

 

Created:@lastwota

Iklan

5 tanggapan untuk “Cinta yang Datang Tak Terduga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s