Pengagum Rahasia, Part 32

“Sudah-sudah, kita langsung ke topik pembicaraan,” ucap deva

“elu sih, Ngomong pake kumur-kumur segala,” ucap ihza

Glek!

“Ah…ayo lanjutin. Jangan bikin aku ketawa lagi yah,” ucap yupi setelah meminum air itu

“Iya, jadi gini yup. Kamu mau gak gantiin aldo di posisi playmaker buat nanti lawan SMA 3?” ucap deva

“Hah?” ucap ihza

“M-maksud?” ucap yupi, nampaknya ia juga mulai curiga dengan pertanyaan itu

“Jadi gini, aduh…gimana ngomongnya yah,” ucap deva

“udah ngomong aja,” ucap yupi

“ya dev, gw malah bingung sama pertanyaan lo itu,” ucap ihza

“Eh…duuh…,” deva mengacak-ngacak rambutnya

“aduuh, deva pliss. Jangan bikin aku tambah pusing deh,” ucap yupi

“I-iya-iya. Huuh…,” deva menarik nafas panjang untuk meyakinkan dirinya

“Aku minta kamu gantiin aldo di posisi playmaker, karena aldo…,”

“Pindah sekolah…,” lanjut deva

Seketika suasana menjadi hening.

“HEH!” tiba-tiba ihza menarik kerah deva

“LU NGOMONG APAAN SIH DEV! Jangan becanda lah!” ucap ihza

“Gw serius za!” ucap deva membentaknya

“AH!?” ihza melepaskan deva dan tiba-tiba menjadi lemas

“A-aldo…,” yupi tiba-tiba menutup mulutnya, dan perlahan air matanya…

“yup…,” ucap deva sambil mengusap pundak yupi

“A-aku bener-bener gak ngerti dev,” ucap yupi menggelengkan kepala dan air matanya mulai mengalir

“Aldo, dia pindah sekolah. dan hari senin dia udah gak sekolah lagi di SMA kita,” ucap deva

PESS!

Yupi melempar gelas itu, lalu pergi.

“E-eh yup! M-mau kemana!?” ucap deva

“Heh!” ucap ihza

“eh!? Apa lagi!?” ucap deva

“Gw masih belum ngerti soal ini, coba lu jelasin ke gw, apa yang sebenarnya terjadi sekarang,” ucap ihza

“Tadi gw udah bilang, aldo pindah!” ucap deva

“Lu tau aldo bakal pindah, tapi kenapa lu gak kasih tau gw dan yang lain nya dari awal!” ucap ihza

Suasana menjadi semakin memanas.

“Heh! Gw juga baru tau kalau dia bakal pindah! Tadi pagi gw ketemu ama dia!” ucap deva sambil menarik kerah baju ihza

“AH!?” ihza terdiam

TEK! TEK!

Terdengar suara sepatu.

“Y-yup!?” M-mau kemana!?” ucap deva

Yupi memakai sweater berwarna pink dengan rambut yang di ikat kebelakang beserta poninya yang juga di angkat. Penampilannya kali ini tidak seperti biasanya yang selalu memakai poni.

“Kamu bilang ketemu aldo pas tadi pagi, itu berarti dia masih belum pergi,” ucap yupi sambil mengelap air matanya

“Ah!? J-Jangan bilang kamu mau ke rumahnya aldo!?” ucap ihza

“ya! Aku harus ketemu sama dia!” ucap yupi

“yup!”

Deva ingin menghentikannya, namun yupi sudah terlanjur pergi.

“Aduuh gimana nih,” pikir deva

“Yang jadi masalahnya, kenapa si aldo gak kasih tau ke kita!?” ucap ihza

“Gw juga gak ngerti za, gw juga udah menduga kalau akhirnya bakal begini. Awalnya gw gak terima dia pindah, di tambah lagi dia gak pamitan ke temen-temen yang lainnya. Tapi setelah gw denger penjelasannya, akhirnya gw bisa ngerti,” ucap deva

“Penjelasan apa!?” ucap ihza

“dia pindah sekolah ke jakarta itu karena keluarganya, eh bukan…maksud gw itu semua demi adiknya,” ucap deva

“Ah!? Si aldo punya adik!?” ucap ihza

“Iya, adiknya itu cewe. Dan mengidap penyakit…,” ucap deva menggantung

“P-penyakit apa!?” ucap ihza

“ARGHH! Entah kenapa gw gak bisa kasih tau ke lu,” ucap deva

“ARGH!! Lu malah bikin gw tambah pusing! Di tambah lagi, kenapa kita musti jagain rumahnya ci yupi!” ucap ihza

“Eh!? Iya juga yah, yupi tadi kan pergi. Loh, berarti kita musti jagain rumahnya dong!?” ucap deva

DUK!

“EH! Wanjer lu malah pingsan lagi!” ucap deva

Ihza tergeletak di lantai.

~oOo~

“aldo, aku harus ketemu sama kamu. Apapun caranya!” ucap yupi dengan air mata yang terus mengalir

“Dek, ini jalannya kemana lagi ya?” tanya sopir taksi itu

“Eh, emm…kesana pak!” ucap yupi menunjuk jalan

Di lain tempat…

“Emm, jadi gitu,”

“M-makasih ya sagha, kamu udah mau nemenin aku,” ucap viny

“ya, kalau ada apa-apa, lu bisa dateng ke gramedia ini dan kita obrolin lagi bareng-bareng, hehe…,” ucap sagha

“Hihi,” viny tersenyum

“Kalau gitu…,” ucap viny sambil melihat arlojinya

“aku mau pulang dulu yah, udah mau sore ini,” ucap viny

“ya, ati-ati di jalan,” ucap sagha

Viny pun pergi dari gramedia itu.

Saat sampai di parkiran…

“Kok perasaan ku gak enak yah,” batin viny

“Aldo…apa ini ada hubungannya sama kamu?” batin viny kembali

~oOo~

“Aduh, sampai juga. Lemes banget,” ucap okta

“hemm,” ucap aldo

“Eh, kalian udah pulang,” ucap seseorang

“AH!? P-papah!” ucap okta dengan gembira

Okta pun langsung memeluk papanya.

“wah, anak papah udah gede-gede,” ucap papa

“papah ini, selalu aja memperlakukan kita kayak anak kecil,” ucap okta

“Kamu doang kan yang anak kecil,” ucap aldo

“HUH!” ucap okta pada kakaknya

“eh udah-udah, jangan ribut terus. Eh aldo, tolong belikan papah rokok sama kopi ABC yah,” ucap papah aldo memberikan uang

“Ok pah, Loh!? Papah masih belum berhenti ngerokok!?” ucap aldo

“Eh…ahaha…iya belum al, kapan-kapan aja yah,”

“ya ampun papah,” ucap aldo

“Sudah-sudah, cepet beliin. Kita kan ada rapat keluarga hari ini,” ucap papah aldo

“hemm, iya lah,” ucap aldo lalu pergi

~oOo~

“Pak-pak stop!”

“Eh,” sopir itu berhenti

“umm, kayaknya disini,” pikir yupi

“Jadi mau turun disini mbak?” tanya sopir itu

“Iya pak, nih…,” yupi memberikan uang

“Kembaliannya ambil aja,” lanjut yupi

“wah mbak, nggak salah nih? ini kembaliaanya banyak banget loh mbak,”

“udah gpp kok pak, ambil aja,” ucap yupi kembali

“Eh…kalau gitu terimakasih ya mbak,” ucap sopir taksi itu, lalu pergi

“Hmm, aldo…kamu dimana. Sebelumnya aku belum tau rumah kamu dimana. Tapi aku gak boleh nyerah!” batin yupi bersikeras

“Dia pernah bilang kalau dia ngekos di daerah sini, aku Cuma harus nyari kosan di sekitar sini,” batin yupi kembali

~oOo~

“Huh, melelahkan juga,”

“Ndel? Kok malah ngelamun?” lanjut elaine

“Em…enggak kok, hehe…,” ucap andela

“Masih kepikiran sama aldo yah?” tanya elaine

“em…engga tuh,” ucap andela

Tiba-tiba…

Tuk! Tuk!

“Eh, ada yang ketuk pintu tuh. Buka gih ndel,” ucap elaine

“kamu aja deh, aku lagi gak bersemangat,” ucap andela

“huh,” ucap elaine

Perlahan elaine berjalan ke arah pintu.

Ketika pintu itu dibuka…

Ceklek!

“AL!”

“EH!!” elaine sangat terkejut sampai-sampai dia hampir terjatuh

“AH!? Em…M-maaf, saya salah alamat,” ucapnya

“umm. M-mau cari siapa yah?” tanya elaine

“mau cari kosan,” ucapnya

“Oh, mau nge kos ya! D-disini aja, ada kamar kosong kok!” ucap elaine

“Ah!? Ng…nggak, maksudnya aku lagi cari kosan. Selain disini, dimana lagi yah?”

“nggak ada lagi. ini satu-satunya kosan di daerah sini,” ucap elaine

“umm,” orang itu tampak murung

“keliatannya kamu lagi cari orang yah? Mungkin aku bisa bantu kamu,” ucap elaine

“Ah…emm, iyah,” ucapnya

“emangnya kamu lagi cari siapa?” tanya elaine

“Lagi cari orang yang namanya aldo,”

“ALDO!?” ucap elaine

“EH!?” gadis itu terkejut ketika elaine berkata seperti itu

“Ayo sini! Masuk!” elaine menarik tangan gadis itu

“E-eh! Tu-tunggu!” ucapnya

DAK!

Elaine membanting pintu itu.

“Loh, kenapa len!?” ucap andela

“Coba-coba cerita, kamu ini siapanya aldo!?” ucap elaine

“HAH!?” ucap andela

“Ah, a-anu…aku Cuma temen sekelasnya. Hehe…,”

“Oh, nama kamu siapa?” tanya elaine

“yupi,” jawabnya

“Oh yupi, tapi…kenapa kamu nyariin aldo segala?” tanya elaine

“eh…umm…,” yupi tidak tau harus menjawab apa

“Gpp santai aja kok, kita berdua juga kenal dia. Dulu dia itu ngekos disini,” ucap andela angkat bicara

“Hah!? J-jadi bener, ini tempat kosnya dia dulu!?” ucap yupi

“Iya, tapi dia udah gak ngekos lagi. karena mau pindah ke jakarta,” ucap elaine

“umm,” andela tampak murung

“B-berarti bener!” ucap yupi

“EH!? A-apa yang bener!?” ucap elaine

“AH!? Um…enggak kok,” jawab yupi

“huft,” ucap elaine

“Kak, tolong bantu aku ya pliss,” ucap yupi

“Eh kak!?” ucap andela

“K-kita itu masih seumuran loh, haha…,” ucap elaine

“Hah!?” ucap yupi

“iya,” ucap andela juga

“HEH! Kamu ini kan udah kelas 2 ndel!” ucap elaine

“Haha, tapi aku masih semuda kalian kan,” ucap andela

“Ah lupakan, jadi kamu butuh bantuan kayak gimana?” tanya elaine

“Aku pengen tau, alamat rumahnya aldo,” ucap yupi

“Hah? Apa jangan-jangan kamu mau ke rumahnya aldo!?” ucap andela

“Heh ndel! Kamu ini asal tebak aja!” ucap elaine

“Nggak, kak andela bener. Aku emang mau ke rumahnya,” ucap yupi

“Loh!? E-emang ada urusan apa!?” tanya andela

“I-ini…urusan pribadi kak,” ucap yupi

“Pribadi!?” ucap andela

“udah-udah, jangan di perpanjang. Aku kasih alamat rumahnya aldo, tapi rumahnya itu jauh banget dari sini yup,” ucap elaine

“Gak apa-apa! Seberapa jauh pun, aku pasti bakalan ke rumahnya,” ucap yupi

“Jatinangor,” ucap andela

“J-jatinangor, di-dimana!?” tanya yupi kembali

“Eh, k-kamu gak tau jatinangor?” ucap elaine

“I-iya, aku gak tau,” jawab yupi

“Wajar aja len, kayaknya kamu itu bukan berasal dari bandung. iya kan?” ucap andela

“I-iyah, aku dari jakarta,” jawab yupi

“emm, pantes. Yaudah, gini aja…kamu bawa nih alamat, tar kamu bisa kasihin tuh alamat ke sopir taksi. Pasti tau deh,” ucap elaine

“Tapi len, bukannya naik bus lebih murah yah?” ucap andela

“Emang, tapi kan bus itu banyak penumpangnya. Kalau tanya-tanya alamat, tar malah ngerepotin sopir busnya,” ucap elaine

“Eh, kamu bener,” ucap andela

“yaudah, nih yup,” elaine memberikan alamat itu

“m-makasih ya,” ucap yupi

“Kalau kamu udah ketemu aldo, aku titip salam yah, hehe…dari andela,” ucap andela

“aku juga!” ucap elaine

“…OK!” ucap yupi

“Kalau gitu, aku berangkat dulu yah,” ucap yupi

“ya, ati-ati di jalan!” ucap andela

Yupi pun pergi.

“Kayaknya kamu udah nerima kalau aldo pergi,” ucap elaine

Andela hanya tersenyum.

~oOo~

“Jadi semuanya berapa pak?”

“17 Ribu de,” ucap pedagang itu

“Nih,” aldo memberikan uang itu

Lalu pedagang itu pun memberikan kembaliannya.

“Makasih pak,” ucap aldo

“Ya,” balas pedagang itu

Aldo pun pergi.

“Yah lumayan, dapet 3000 rebu juga,” ucap aldo

Tiba-tiba…

Tik!

“Eh!?”

JDAR!

(……………………………………)

“Aduh, kok malah hujan sih,” ucap aldo yang tengah berteduh di dekat rumah yang tidak jauh dari warung tadi

“mana hujannya gede banget lagi,” ucap aldo kembali

BERSAMBUNG…

Author : Shoryu_So

Iklan

4 tanggapan untuk “Pengagum Rahasia, Part 32

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s